Translate

Tampilkan postingan dengan label random. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label random. Tampilkan semua postingan
Kurma Cuma Terkenal Pas Bulan Puasa Aja?
Kurma Cuma Terkenal Pas Bulan Puasa Aja?
Kurma adalah buah favorit saat berbuka atau sahur. Ada saja rasanya yang kurang jika belum ada kurma yang terhidang di meja makan. Lalu sebenarnya kenapa sih kurma sangat terkenal di bulan puasa ini?
Buah kurma ini kaya akan serat yang bisa mencegah sembelit saat berpuasa, dapat membunuh bakteri, mengurangi tingkat kolestrol serta merangsang enzim pencernaan di dalam perut. Tidak heran kalau kurma sangat cocok bagi orang yang menjalankan puasa karena manfaatnya ini kaan..

Masyarakat Indonesia yang sudah mengenal baik tentang khasiat dan manfaat buah kurma selalu menyukai untuk mengkonsumsi buah kurma di bulan Ramadan setelah berpuasa seharian. Inilah yang menyebabkan permintaan kurma meningkat secara signifikan.

 https://food.idntimes.com/
Bethlehem: Kota Satu Tuhan Tiga Agama
Bethlehem: Kota Satu Tuhan Tiga Agama
Bethlehem dalam bahasa Arab berarti Rumah Daging & Bahasa Ibrani artinya Rumah Roti. Dalam Maushu’ah al-Mudun al-Falisthiniyyah, kota ini dinisbatkan kepada Dewa Lahama, sehingga dinamakan Bait Lahama selanjutnya berubah menjadi Bethlehem.
Kota ini memiliki arti penting bagi Umat Nasrani karena dipercayai sebagai tempat kelahiran Yesus dari Nazaret (Holy Crypt). Di tempat ini dibangun Church of Navity, Gereja Kelahiran (yang disucikan umat Nasrani dan merupakan Gereja tertua di dunia) oleh Konstantin Agung (300 M). Tahun 2012 UNESCO menetapkan Church of Navity sebagai warisan budaya dunia.
Tempat ini juga memiliki makna signifikan bagi umat Yahudi karena dipercaya sebagai tempat kelahiran Daud as, raja terpopuler & terpenting bagi Bani Israel yg merebut Jerussalem dari genggaman kaum Jebusit.
Di tempat ini pula diyakini terdapat kuburan Rahel. Ketika Ya’kub as dlm perjalanan menuju Khalil (Hebron) tempat kuburan ayahnya Ishaq as dan kakeknya Ibrahim as beserta istri mereka, terpaksa berhenti di tempat ini karena istrinya tiba-tiba ingin melahirkan. Karena istrinya mengalami kesulitan dalam melahirkan Bunyamin, kemudian meninggal dan dikuburkan di kota tersebut. Di tempat ini pula konon Daud as dan Sulaiman as wafat dan dikuburkan.
Tempat ini juga memiliki arti penting bagi umat Islam–meskipun pro & kontra–karena diyakini tempat kelahiran nabi Isa as. Di tempat ini Rasulullah saw ketika Isra Mi’raj diperintahkan Jibril as untuk turun dr Buroq, kemudian shalat dua raka’at sebagai ucapan salam penghormatan kepada Isa as.
Tempat ini juga pernah dikunjungi Kholifah Umar bin al-Khoththob dengan ditemani oleh Patrick Shafar Wanius dan melakukan shalat dua rakaat.
Karenanya, tidak ada salahnya apabila kota ini mendapat perhatian khusus dari Umat Islam dengan menziarahinya karena Rasulullah saw telah memberikan kemuliaan terhadap tempat ini dengan mengunjunginya bersama Jibril as dan shalat di dalamnya.
Wallahu A’lam. http://islami.co
Asal Usul " Nusakambangan " 2
no image available
Tidak hanya sampai disitu, naga itu kian mendekat ke arah sang Prabu. Dengan tergesa- gesa sang Prabu melepaskan anak panahnya ke arah naga. Anak panah melesat tepat di ulu hati naga. Naga itu pun menghilang dan ombak serta gemuruh angin berhenti seketika.

Tak lama kemudian muncullah seorang wanita yang sangat elok rupawan. Wanita bernama Dewi Wasowati.
Wanita itu mendekati sang Prabu untuk mengucapkan terima kasih kepadanya karena telah memanahnya.

Artinya sang Prabu telah membantunya untuk bisa kembali ke wujud aslinya yaitu dari seekor naga yang menakutkan menjadi manusia seutuhnya. Sebagai ucapan terima kasih, wanita itu memberikan setangkai kembang Wijaya Kusuma.

Konon, siapa saja yang dapat memiliki bunga gaib ini, maka dia akan menurunkan raja-raja besar di Tanah Jawa. Maka, daerah itu dinamakan Nusakembangan atau biasa disebut Nusakambangan yang artinya pulau yang banyak ditumbuhi bunga.

Setelah menerima bunga itu, sang Prabu pulang dengan menaiki perahu. Namun sang Prabu merasa sangat kecewa karena bunga itu jatuh di laut.

Setelah sampai di kerajaan, sang Prabu mendapat berita bahwa di pulau karang dekat Nusakambangan tumbuh bunga yang aneh dan ajaib. Ternyata bunga Wijaya Kusuma terjatuh terdampar dan tumbuh di atas pulau karang itu.

Sampai saat ini keberadaan bunga Wijaya Kusuma masih dilestarikan di Pulau Nusakambangan. Di pulau Nusakambangan juga ditumbuhi banyak bunga-bunga liar yang tidak kalah indah dengan bunga Wijaya Kusuma.sindonews.com
"Tips Bikin Google Chrome Makin Keren
Produk Google memang tak pernah mengecewakan, salah satunya adalah web browser ciptaannya, Google Chrome. Saat ini Google Chrome menjadi web browser dengan jumlah pengguna paling banyak yang didominasi oleh pengguna Android.
Karena penggunaannya yang mudah, responsif, dan akses data yang cepat membuat banyak orang memilih Google Chrome sebagai web browser utama, termasuk kami. Apakah Anda juga termasuk pengguna Google Chrome? Jika iya, kami akan membagikan enam tips agar Anda semakin jago dalam menggunakan Google Chrome

Buat shrotchut web favorit

Jika Anda memiliki sebuah halaman web favorit, Anda bisa membuat sebuah shortcut agar lebih cepat dalam membukanya. Untuk bisa membuat shortcut, kunjungi halaman favorit Anda, lalu klik tombol tiga titik pada pojok kanan atas Google Chrome dan pilih menu “Add to home screen”.

Aktifkan mode penyaamaran


Mungkin hal ini sudah tak asing bagi sebagian orang, namun pada faktanya masih banyak orang yang belum mengerti benar akan fitur ini. Mode Penyamaran, anonymous, atau juga biasa disebut incognito adalah mode dimana setiap riwayat browsing tidak tersimpan.

Sinkronisasi dengan perangkat Lain





Fitur ini memang tidaklah baru, tetapi jarang sekali digunakan oleh banyak orang. Sebenarnya cara ini sangat berguna ketika Anda memiliki perangkat lain seperti laptop. Jika Anda tertarik untuk mencobanya, pergilah ke menu pengaturan Chrome, lalu masuklah dengan akun Google Anda dan lalukan sikronasi.
Jika sudah, cobalah untuk membuka Google Chrome dari perangkat lain seperti laptop. Dan masuklah dengan akun Google yang sama. Kini data-data seperti password, bookmars, history, tabs favorit dan sebagainya akan saling terhubung.
 https://www.droidlime.com/
Menjelajah semesta alam ''
Dengan Nama Allah Yang Mahakasih dan Mahasayang
Rasulullah Saw bersabda:
“Sesungguhnya aku tinggalkan untuk kalian dua pusaka yang berharga; Kitab Allah dan Itrah; Ahlul Baitku. Selama berpegang pada keduanya, kalian tak akan tersesat selama-lamanya. Dan keduanya tidak akan terpisah hingga menjumpaiku di telaga Kautsar, di Hari Kiamat kelak”.
(H.R. Sahih Muslim : jilid 7, hal 122. Sunan Ad-Darimi, jilid 2, hal 432. Musnad Ahmad, jilid 3, hal 14, 17, 26 danjilid 4, hal 371 serta jilid 5, hal 182 dan 189. Mustadrak Al-Hakim, jilid 3, hal 109, 147 dan 533, juga di dalam kitab-kitab induk hadis yang lain)
Majid Fakhri 
Kewajiban...Keraguan...Siapa Tuhan itu?
Si anak sedang menyaksikan televisi tatkala bapaknya datang. Ia tahu bahwa ada sesuatu yang penting yang ingin bapak katakan kepadanya. Keluarga itu baru saja selesai menyantap makan malam mereka bersama dan sang bapak meminta si anak untuk masuk ke dalam sebuah ruangan yang terdekat untuk membicarakan apa yang diinginkan oleh sang bapak. Si Anak sangat penasaran gerangan apa yang ingin dibincangkan oleh bapak. (insial D=Dad panggilan akrab si bapak dan S=Son adalah ungkapan yang terkadang digunakan si bapak ketika memanggil putranya).
D Apakah engkau tahu mengapa aku ingin menjumpaimu malam ini, anakku?
S Tidak Dad. Tapi saya kira ada sesuatu yang penting.
D Aku telah lama memikirkan dan merencanakan pertemuan ini.
S Sejak kapan, Dad?
B Semenjak engkau menginjak usia baligh, kurang lebih setahun yang lalu. Aku telah mempersiapkan sebuah program khusus untukmu.
S Program apakah itu? Dan apa hubungannya dengan masa balighku?
D Usia baligh atau pubertas merupakan masa transisi antara masa belia dan masa dewasa, canda dan keseriusan, kebebasan yang tak terbatas dan tanggung jawab, sebagaimana engkau tahu sendiri. Dalam program ini, aku akan menggelar serangkaian diskusi denganmu tentang agama, keyakinan, iman, manusia, masyarakat, semesta dan banyak hal yang harus engkau ketahui makna yang sebenarnya dari masalah tersebut dan membangun sebuah opini, gagasan dan sikap yang sesuai dengan kondisi kedewasaan dan maturitasmu.
S Trims Dad, karena telah menaruh kepercayaan kepadaku.
D Anakku, yang pertama-tama menaruh kepercayaan ini adalah Tuhan. Dan bila engkau tidak memiliki kapasitas dan kemampuan, Dia tidak akan menaruh kepercayaan kepadamu dengan membebankan tugas dan kewajiban. Merupakan sebuah kehormatan bahwa manusia sendiri, dari seluruh makhluk di bumi persada ini, dipercayakan dengan berbagai tugas dan kewajiban.
S Benar Dad, apa yang Daddy katakan membuatku merasa bangga, dan bertambah cintaku kepada Tuhan lantaran Dia menugasiku dengan tanggung jawab. Saya berharap dapat menjadi seorang hamba Tuhan, mencintai dan patuh kepada-Nya.
D Baguslah. Seorang hamba yang benar mencintai Tuhan dan tunduk patuh kepada-Nya. Cinta dan ketundukan merupakan dua hal yang tak terpisahkan. Seorang pujangga berkata, “Seorang pecinta tunduk patuh kepada yang dicintai.”
S Menurut hematku, mereka yang membangkan titah Tuhan melakukan hal ini lantaran mereka tidak memendam cinta kepada Tuhan dalam hatinya.
D Tepat sekali, bahkan bagi mereka yang lemah imanya tidak merasakan cinta kepada Tuhan sehingga ketika mereka melakukan kewajiban dan tugas agama, mereka melakukan hal tersebut dengan enggan, dan ketika mereka mengerjakan shalat, mereka mengerjakannya dengan malas.
S Kemarin, aku membaca ayat in dalam al-Qur’an: “JIka engkau mencinta Allah, ikutilah aku; Allah akan mencintamu.”
D Apa yang engkau pahami dari ayat ini?
S Saya memahaminya bahwa terdapat sebuah cinta yang berbalas (mutual love) antara Tuhan dan Mukmin.
D Dan bahwa cinta bermakna ketaatan dan memikul beban derita semata-mata demi yang dicinta.
S Aku senang doa dan munajat yang dibacakan Ibu kemarin, doa yang bersumber dari kitab as-Shahifah as-Sajjadiyah dan aku sedang mencoba untuk menghapalnya.
D Munajat yang mana, son?
S Munajat yang berkata, “….Aku memohon cintamu dan cinta orang yang mencintaiMu; cinta yang membuat seluruh bakti membawaku dekat kepadaMu, lebih aku cintai melebihi yang lain, dan membuat cintaku kepadaMu sebagai penuntun ke firdausMu, dan kegemaranku padaMu sebagai penghalang untuk tidak melanggar titahMu.”
D Munajat ini juga menitikberartkan dan menyoroti pada hubungan cinta dan ketaatan.
S Tapi Dad, bagaimana kita menemukan cinta Tuhan dalam hati kita?
D Mudah saja: dengan mengenal-Nya. Jika engkau benar-benar mengenal-Nya, engkau akan menggapai cinta utama.
S Jadi, langkah pertama adalah mengenal Tuhan.
D "Yang pertama dalam beragama adalah makrifat (pengenalan).” Sebagaimana yang disebutkan dalam kitab Nahjul Balagah. Mengenal Tuhan merupakan perkara pertama dalam beragama, makrifat dan pengenalan ini disyaratkan dengan cinta kepada-Nya. Hal ini adalah persamaan Matematika, nak.
S Bagaimana?
D Dalam Matematika, ada sesuatu yang disebut sebagai substitusi ketika berurusan dengan persamaan.
S Iya, engkau mengingatkanku tentang hal itu. Ketika kita terapkan, kita berkata, Pengetahuan = Agama. Agama = Cinta; dan dengan substitusi kita menemukan bahwa agama adalah cinta, bukankah demikian, Dad?
D Dan demikianlah apa yang disabdakan oleh Imam Shadiq As.
S Apa yang ia sabdakan?!
D Beliau bersabda, “Adakah agama itu selain cinta!” Nak, cinta merupakan sesuatu yang terindah di dunia ini.
S Allahu Akbar, Anda berbicara denganku dalam bahasa anak muda, bahasa……,
D Seorang remaja (ABG)?
S Baiklah, Dad, aku malu untuk berkata itu.
D Iya, Aku berbicara denganmu menggunakan bahasa ABG, sebagaimana Rasulullah Saw memerintahkan kita untuk berbicara dengan manusia sesuai dengan cara berpikir mereka. Tuhan mengutus setiap nabi untuk berbicara kepada manusia dengan bahasa mereka sendiri. Lalu mengapa aku tidak berbicara denganmu sebagai seorang ABG?
S Tepat Dad, hanya dengan bahasanya seseorang akan dapat mengerti. Kalau tidak, ia tidak ingin berurusan dengan sesuatu. Salah seorang guru kami telah memberikan sebuah buku agama sebagai hadiah. Aku berjuang keras ketika aku hendak membacanya, dan setelah beberapa saat aku menyerah lantaran bahasanya terdengar seperti bahasa moyang kita yang hidup berabad lampau; oleh karena itu, ia tidak ada sangkut-pautnya dengan kehidupan kita hari ini.
D Hal ini merupakan alasan mengapa sebagian anak muda lari dari agama karena mereka mendapatkan adanya representasi bahasa agama yang mereka mengerti. Masa sekarang adalah masa computer dan internet, dan tidak mungkin menyuguhkan Islam melalui kitab-kitab klasik yang telah ditulis beberapa waktu yang lalu.
S Alangkah indahnya Anda berbicara, Pak! Aku rasa aku mencintaimu lebih dari sebelumnya dan mencinta Tuhan dan bersyukur kepada-Nya karena telah menganugerahkan kepadaku seorang ayah yang luarbiasa.
D Dan aku kini lebih mencintai Tuhan karena telah menganugerahkan putra sepertimu.
S Alhamduillah!
D Puji Tuhan!
S Kita telah keluar dari tema utama kita, Dad.
D Sebaliknya, kita telah sampai kepada inti permasalahan… Cintaku kepadamu dan cintaku kepada Tuhan menuntunku untuk berbicara kepada ihwal agama, kehidupan, Tuhan, umat manusia, dunia dan hari kiamat….Aku ingin engkau mempunyai pandangan komprehensif dari seluruh pemikiran yang berkenaan dengan agama setelah engkau mencapai usia baligh.
S Tapi Dad, Anda telah berdiskusi denganku hampir seluruh isu-isu agama kita, telah menjelaskan pelbagai problem ideologis, telah menerangkan prinsip-prinsip dan komponen agama dan telah menunjukkan kepada kami jalan petunjuk. Apakah Anda melihat ada kekurangan dalam imanku, atau cela dalam perilakuku?
D Hal ini tidak ada hubunganya dengan kekurangan dalam iman atau cela, nak. Hal ini merupakan sesuatu yang lain, sangat berbeda dan amat berbahaya. Oleh karena itu, aku ingin engkau bersiap-siap dan mengetahui beberapa isu tanpa harus terkejut.
S OK, Pak! Apakah hal penting dan berbahaya sehingga harus kuketahui setelah mencapai usia baligh?
D Aku ingin katakan kepadamu bahwa apa yang engkau telah pelajari dari belajar ihwal agama adalah keliru.
S I Beg Your Pardon?! Dad! Apa yang Anda katakan?!
D Sebagaimana yang telah aku katakan, seluruh yang engkau dengar dariku ihwal agama adalah salah (sama sekali).
S Dad! Apa yang Anda katakan?! Apa yang Anda maksudkan? Aspek agama yang mana yang salah? Aspek ideologi? Akhlak? Tolong Dad, katakanlah yang benar kepadaku.
D Aku maksud dasar-dasar agama, ideologi: iman kepada Tuhan, ma’ad (hari kiamat), Nabi dan para rasul dan apa yang telah engkau pelajari adalah salah dan keliru.
S Astaga. Dad, ada apa denganmu? Maaf Dad karena agak lancang. Bagaimana iman kepada Tuhan, hari kiamat dan para nabi adalah sesuatu yang salah? Aku tidak dapat mempercayai dari apa yang aku dengar.
D Aku akan menjawab pertanyaan ini besok.
S Dad! Tolong berterus teranglah dengan apa yang Anda inginkan, karena Anda telah membuatku was-was. Bagaimana Anda dapat meninggalkan aku dalam keadaan seperti ini? Lalu bagaimana aku menunaikan salat, sementara aku dalam keadaan was-was dan ragu-ragu.
D Siapa yang menyuruhmu salat?
S Bukankah Anda yang menyuruhku untuk salat dan mengerjakannya dengan sabar?
D Kalau begitu salatmu tidak diterima sama sekali.
S Tidak diterima? Apa maksudnya? Kalau begitu, haruskah aku meninggalkan salat?
D It is up to you, apakah engkau ingin mengerjakan salat atau tidak.
S Aneh. Aku bisa jadi gila. Bagaimana bapakku menyuruhku untuk meninggalkan salat? Bagaimana? Bapakku yang mengajarkanku salat, kini menyuruhku untuk meninggalkannya!
D Aku tidak memintamu utuk meninggalkan salat. Aku berkata bahwa engkau bisa meninggalkannya atau melanjutkannya, sebagaimana yang engkau sukai.
S Ajib. Tidakkah Anda berkata bahwa salat merupakan tiang agama dan hal pertama yang akan ditanyakan kepadaku kelak di hari kiamat? Dan Allah berfirman: “Dirikanlah salat secara tetap untuk bersyukur kepadaku.”
D Aku berkata bahwa apa yang telah engkau dengar dariku selama ini sebelum usia balighmu adalah salah.
S Dad, haram hukumnya berkata demikian!
D Apa artinya haram itu??
S Haram artinya bahwa Tuhan tidak mengizinkan hal tersebut.
D Tuhan? Siapa Tuhan itu?
S Ya Allah..ini kegilaan!
D Jangan lekas marah. Aku bertanya kepadamu sebuah pertanyaan; berikan jawaban atau katakan “Aku tidak tahu.”
S Tapi Anda bertanya “Siapa Tuhan itu?”
D Ada yang salah dengan pertanyaan itu?
S Dad, please! What is going on? Apakah engkau benar-benar dirimu, bapakku, apakah Anda tahu apa yang Anda katakan? Saya tidak dapat mempercayai hal ini.
D Iya, Aku bapakmu yang mengatakan hal ini. Jika aku tidak melakukan hal ini, maka aku bukan bapakmu.
S Oh..My God! Apa yang telah terjadi?
D Kita akan lanjutkan diskusi ini besok. Sekarang pergilah tidur. Selamat malam! Next>>>

http://alhassanain.org
patung lembu''
patung anak lembu ,
Dalam Alquran, diceritakan bahwa setelah Nabi Musa AS bersama umatnya (Bani Israil) keluar dari Mesir dengan menyeberangi Laut Merah dari kejaran Firaun, Nabi Musa kemudian pergi ke sebuah bukit untuk bertemu dengan Allah SWT. Umatnya yang ditinggalkan bersama dengan Nabi Harun AS lantas merasa kepergian Musa terlalu lama. Karena itu, mereka kemudian meminta Nabi Harun AS untuk membuat sesuatu sebagai sesembahan mereka. Nabi Harun AS menolak permintaan Bani Israil ini. Namun, Nabi Harun tak kuasa melawan desakan kaumnya yang terus memaksakan diri untuk membuat sebuah patung sebagai sesembahan.
Hingga akhirnya, melalui sebuah pengkhianatan salah seorang pengikutnya, yaitu Samiri, Bani Israil berhasil membuat sebuah patung berupa anak lembu (sapi). Patung anak lembu itu terbuat dari emas. Ketika keluar dari Mesir, banyak kaum Bani Israil yang membawa perhiasan mereka. Perhiasan-perhiasan itu kemudian dibakar hingga meleleh, lalu oleh Samiri dibuat patung anak lembu.
Ketika Musa kembali, dia sangat kaget melihat perilaku umatnya itu. Musa pun marah. Cerita ini selengkapnya dapat dilihat pada surah Thaha ayat 85-98 dan al-A'raf ayat 148-154.
Patung anak lembu
Samiri adalah salah seorang umat Nabi Musa AS yang berasal dari suku Assamirah. Ulah dan perbuatan Samiri inilah yang menyebabkan umat Nabi Musa tersesat dan menyembah berhala (patung anak lembu).
Ketika keluar dari Mesir, umat Nabi Musa membawa banyak perhiasan. Perhiasan yang dibawa itu diperintahkan Samiri untuk dilemparkan ke dalam api yang telah dinyalakan dalam sebuah lubang untuk dijadikan 'tuhan' dalam bentuk anak lembu.
Patung yang dibuat oleh Samiri ini konon bisa melenguh (bersuara) apabila angin masuk ke dalamnya. Menurut pendapat lain, patung anak lembu ini bisa bersuara karena genggaman tanah yang diambil Samiri dari jejak utusan (Jibril) sehingga membuatnya bisa melenguh.
Kendati perbuatan mereka ini sudah ditentang oleh Nabi Harun, Bani Israil tak memedulikannya. Mereka tetap ngotot dan memaksakan diri untuk membuat patung tersebut.
Sementara itu, Dr Umar Sulaiman Abdullah Al-Asyqar, dalam Shahih Qashashin Nabawi atau Ensklopedia Kisah Shahih Sepanjang Masa (terjemahan Izzudin Karimi, Lc, Pustaka Yassir, 2008: hlm 134-137), mengutip sebuah hadis Nabi SAW yang diriwayatkan oleh Hakim dalam Mustadrak dari Ali.
''Ketika Musa bersegera kepada Tuhannya, Samiri mengumpulkan perhiasan semampunya: perhiasan Bani Israil. Dia mencetaknya menjadi anak sapi, kemudian dia memasukkan segenggam (dari jejak rasul) ke dalam perutnya. Ternyata, ia menjadi anak sapi yang bersuara. Maka, Samiri berkata kepada mereka, "Ini adalah Tuhan kalian dan Tuhan Musa.'' Harun berkata kepada mereka, ''Wahai kaum, bukankah Tuhan kalian telah memberi janji baik kepada kalian?'' Ketika Musa kembali kepada Bani Israil yang telah disesatkan oleh Samiri, Musa memegang kepala saudaranya. Maka, Harun berkata apa yang dikatakan Musa kepada Samiri, ''Apa yang membuatmu melakukan ini?'' Samiri menjawab, ''Aku mengambil segenggam dari jejak rasul, lalu aku melemparkannya. Demikianlah nafsuku membujukku.''
Lalu, Musa mendatangi anak sapi itu. Dia meletakkan serutan dan menyerutnya di tepi sungai. Maka, tidak seorang pun yang menyembah anak sapi meminum dari air itu, kecuali wajahnya akan menguning seperti emas. Mereka berkata kepada Musa, ''Bagaimana taubat kami?'' Musa menjawab, ''Sebagian dari kalian membunuh sebagian yang lain.'' Lalu, mereka mengambil pisau. Maka, mulailah seorang membunuh bapaknya dan saudaranya tanpa peduli hingga yang terbunuh berjumlah tujuh puluh ribu. Lalu, Allah memberi wahyu kepada Musa, ''Perintahkan mereka agar berhenti. Aku telah mengampuni yang terbunuh dan memaafkan yang hidup.''
Hingga saat ini, belum diketahui secara pasti di mana keberadaan patung anak lembu yang dibuat oleh Samiri tersebut. Namun, di sebuah bukit di Sinai (Mesir), terdapat sebuah patung berupa anak lembu yang dipahat. Patung anak lembu pahatan ini lokasinya berdekatan dengan bukit Musa.
http://www.republika.co.id/
Sya’ban adalah Bulan Ahlul Bayt as

Sya’ban adalah Bulan Ahlul Bayt as
Bulan-bulan agung di dalam Islam bukan karena bulan itu secara esensial agung, melainkan agung dikarenakan didalamnya terdapat kejadian istimewa dalam pandangan sang maha Agung.
Salah satunya bulan Syaban menjadi agung dikarenakan para kekasih Allah swt dan penghidup agama Islam Muhammadi Ashil lahir dibulan ini. 1 Syaban menurut Ma’ali Shibtain adalah kelahiran Sayidah Zainab as. Ketika Sayidah Zainab as lahir, Rasululllah saww sedang bepergian ke sebuah tempat dan Amirul mukminin menunggu beliau tiba dikota Madinah untuk memberikan nama putri kecilnya itu.
Kemudian datanglah Nabi dan langsung menuju rumah Ali as dan mengatakan bahwa Jibril telah turun memberikan wahyu bahwa namakanlah putri ini dengan Zainab, karena Allah swt telah menamainya Zainab dilangit sebelum dibumi. Arti Zainab adalah penghias ayahnya. Ya, tanpa Sayidah Zainab dan perannya di Karbala maka Islam Muhammadi dan Alawi binasa ditelan oleh Islam Umawi dan Abbasi.
Rasulullah saww menggendong dan mencium Zainab kecil as dan berkata kepada para sahabatnya,
“ Aku berwasiat kepada kalian, baik yang hadir, maupun yang ghaib, untuk menghormati putriku ini karena memiliki kesamaan dengan Khadijah Al-Kubra as.”
Pada tanggal 3 Syaban adalah kelahiran penghidup agama Muhammad Al-Ashil, Imam Husein as. Kelahiran yang membawa kegembiraan bunda Zahra as sekaligus kesedihan beliau. Bahagia dan duka menjadi satu ketika sang pemimpin pemuda syurga itu lahir di dunia fana ini.
Bayi kecil yang sering ditimang Jibril itu kelak akan menjadi korban kebengisan umat Islam yang “mengaku paling Islam” namun mendapatkan laknat Allah swt sepanjang zaman. Imam Husein as dan Sayidah Zainab yang lahir di awal bulan Syaban seakan ingin menegaskan sebagai pembuka jalan keadilan dan anti kezaliman untuk Shahibul Ashri wa Zaman as.
Pada tanggal 4 Syaban sang panglima Karbala, Abul Fadhl Abbas dilahirkan didunia ini sebagai tonggak dan pembawa bendera sekaligus wazir dari Imam Husein as dan Sayidah Zainab dalam membuka pintu keadilan untuk umat Muhammad hingga hari dijanjikan Allah swt, hari dimana bumi akan dipenuhi dengan keadilan.
Pada tanggal 5 Syaban adalah kelahiran pembawa pesan Karbala dan pelanjut risalah Karbala, Imam Zainal Abidin Al-Sajjad. Karbala tanpa Imam Sajjad as, maka akan musnah karena dengannya, Imam Mahdi as lahir kedunia ini untuk memenuhi bumi dengan keadilan dalam naungan hukum Ilahi Muhammadi ashil.
Pada tanggal 15 Syaban adalah kelahiran penutup teriakan keadilan Karbala dan akan memenuhi bumi ini dengan keadilan ilahi, Shahibul Ashri wa Zaman, Imam Mahdi as arwahuna lahul fida.
Syaban adalah garis start pembawa panji keadilan sekaligus garis finish pengeksekusi keadilan. Diawali dengan kelahiran pemuka Karbala dan diakhiri dengan penuntut balas darah Karbala (Ya Lastaratil Husein)
Syaban menjadi agung karena tujuan penciptaan yaitu menyadarkan manusia untuk berbuat adil dan menegakan keadilan ada dibulan Syaban dalam diri Sayidah Zainab as, Imam Husein as, Abul Fadhl Abbas dan Imam Zaman as.
As’adallah ayamana wa ayamakum biwiladati hami adli ilahi fi syahri Syaban al muadham.
Kullu am wa antum fi shaffi Zainab as
Kullu am wa antum fi shaffil Husein as
Kullu am wa antum fi shaffil Abbas as
Kullu am wa antum fi shaffil Mahdi as
Nas’alukum Addua….Ilahi Amien…
 http://alhassanain.org
muslim pertama asal Cina mengunjungi Makkah
muslim pertama asal Cina mengunjungi Makkah
Menurut catatan kuno Cina, muslim pertama asal Cina mengunjungi Makkah dan Madinah sekitar tahun 1360-1424 Masehi. Kala itu mereka pergi ke Makkah dari Cina menggunakan jalur laut.

Haji Mahmud Shams (Jing He) yang hidup tahun 1317-1433 pergi ke Makkah atas perintah Kaisar Ming dan Qing yang memerintah Cina sejak 1360-1424 Masehi. Haji Shams memimpin angkatan laut untuk mengunjungi negara-negara yang berbatasan dengan Samudra Atlantik dan India. Tujuannya untuk meningkatkan hubungan Cina dengan dunia luar. Terutama dalam dunia perdagangan.

Ekspedisi yang dipimpin Haji Shams berlangsung selama 28 tahun. Setelah pelayarannya melalui perjalanan panjang, Haji Shams sampai ke pelabuhan Jeddah. Kemudian dia pergi ke Makkah untuk meminum air Zamzam.
Selanjutnya, dia dan rombongannya pergi ke Madinah untuk mengunjungi makam Nabi Muhammad SAW. Sejarah perjalanan Haji Shams tercatat oleh Sejarawan Cina dan Peneliti hubungan Cina-Arab, Song Sean yang lahir pada 1946.

Mengenai hubungan Arab dan Cina, menurut Sean, Islam mencapai daratan Cina sejak 618-907 Masehi. Buku-buku sejarah Cina pun mencatat, ada sebanyak 37 utusan yang dikirim Khalifah Sulaiman bin Abdul Malik.
Utusan tersebut mengunjungi Kota Chang'an pada 716 Masehi. Kemudian, utusan Khalifah Abbasiyah Harun Al Rasyid juga bertemu Kaisar Tang Jin Yuan pada 786 AD dan 809 AD.

Selain itu, bahasa Arab juga pernah digunakan sebagai bahasa Internasional dalam dunia perdagangan. Sebagi contohnya, wilayah Xinjiang di Cina menggunakan huruf Arab dan simbol Cina untuk koin perak pada awal abad ke-20.

Catatan-catatan kuno juga banyak menceritakan mengenai pertukaran budaya antara Arab dan Cina pada awal abad ke-7 sampai awal abad ke-19. Arab juga cukup berperan dalam mempengaruhi Cina di bidang kedokteran dan seni.http://khazanah.republika.co.id Dilansir dari Arabnews, Kamis (6/10).
Di Manakah Lokasi Ditenggelamkannya Qarun?
qarun tenggelam
Menurut beberapa riwayat, lokasi tempat ditenggelamkannya Qarun beserta rumahnya ke dalam bumi itu terjadi di daerah Al-Fayyum, sekitar 90 kilometer (km) atau dua jam perjalanan dengan menggunakan mobil dari Kairo, ibu kota Mesir. Menurut penduduk setempat, nama danau itu adalah Bahirah Qarun (laut Qarun). Di sekitar Al-Fayyum ini yang tersisa hanya berupa puing-puing istana Qarun. Di lokasi ini, terdapat sebuah danau yang sangat luas. Panjang danau mencapai 30 km dengan lebar danau sekitar 10 km dan kedalaman mencapai 30-40 meter.
Menurut DR Rusydi al-Badrawy, dalam bukunya Qashash al-Anbiya' wa al-Tarikh (Kisah Para Nabi dan Sejarahnya), Bahirah Qarun ini dulu pernah dilakukan penelitian oleh ahli Geologi dari Eropa Barat. Penelitian difokuskan untuk membuktikan, apakah di lokasi tersebut pernah terjadi sebuah bencana berupa gempa hingga menenggelamkan Qarun beserta rumahnya, seperti diungkapkan dalam Alquran.
Hasilnya? Setelah melalui pengkajian yang komprehensif, tulis Rusydi al-Badrawy, para peneliti dari Eropa itu berkesimpulan bahwa di zaman dahulu kala, benar di lokasi itu pernah terjadi bencana berupa gempa bumi yang sangat besar, terutama di bagian sebelah selatan danau Qarun.
''Ini membuktikan bahwa kisah Qarun pernah terjadi di sekitar danau tersebut,'' tulis Rusydi. Dan, menurut penduduk Mesir, di Al-Fayyum ini dulunya Qarun tinggal.
Kini, danau Qarun tampak tenang. Meski di baliknya menyimpan sebuah pelajaran yang sangat berarti bagi umat manusia. Yakni, kesombongan dapat membinasakan dirinya, sebagaimana yang terjadi pada Qarun.
Rusydi menjelaskan, danau ini sudah ada sejak dahulu sebelum Qarun ada. Danau tersebut dulunya merupakan sebuah danau kecil yang disebut dengan Munkhafazh al-Laahun.
Tentu saja masih diperlukan penelitian yang lebih mendalam di lokasi ini mengenai ditenggelamkannya Qarun. Sebab, bila di situ benar tempat Qarun ditenggelamkan bersama hartanya, tentunya akan ditemukan sejumlah harta kekayaan Qarun yang banyak itu.
Mengenai pendapat yang menisbatkan setiap harta terpendam yang ditemukan dinamakan harta Karun, hanyalah sebuah perumpaan yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Wa Allahu A'lam.http://khazanah.republika.co.id

Ini Orang '' Indonesia Pertama Jadi Imam Besar di Masjidil Haram!
Ini Orang Indonesia Pertama Jadi Imam Besar di Masjidil Haram!
Selama ini kamu mengetahui hanya orang Arab sajalah yang bisa menjadi imam besar di Masjidil Haram, Arab Saudi. Namun tahukah kamu, ternyata warga Indonesia tepatnya putra Minangkabau, Sumatera Barat pernah didapuk sebagai imam, khatib, sekaligus guru besar di sana? Pasti penasaran, siapa orang luar biasa ini. Dia Syaikh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi Rahimahullah. Yuk kita berkenalan dengan sosok beliau.
Syaikh Khatib menjadi imam besar di Masjidil Haram sekaligus mufti bermahzab Syafi'i yakni ulama yang memiliki wewenang untuk memberikan fatwa pada umat di akhir abad ke-19.

Dia berdarah Koto Gadang, desa yang dikenal memiliki keunikan dan warganya sangat intelek ada zaman kolonialisme. Syaikh Khatib lahir di Sumatera Barat pada 26 Juni 1860. Dia pergi ke Kota Makkah di saat usianya masih sangat muda, 9 tahun! Saat di Makkah, dia berguru dengan beberapa ulama terkemuka. Saking fasihnya, Syaikh Khatib merupakan tiang tengah dalam mahzab Syafi'i ini. Muridnya sungguh banyak. Ratusan ribu orang datang kepadanya saban hari minta diajarkan fiqih Syafi'i. Dua diantara muridnya pasti kamu kenal. Mereka adalah Kyai Haji Hasyim Asy'ari yang mendirikan organisasi Nahdatul Ulama, dan Kyai Haji Ahmad Dahlan, pendiri Muhammadiyah.Selain menguasai ilmu fiqih, Syaikh Khatib juga menguasai sejarah, aljabar, ilmu falak, berhitung, serta geometri. Canggih banget, ya. Syaikh Khatib kecil belajar agama pada sang ayah, Syaikh Abdul Lathif. Sejak kecil beliau sudah khatam dan hafal beberapa juz dalam Alquran. Mantap abis!

Syaikh Khatib yang jadi imam besar pertama di Masjidil Haram asal Minangkabau ini akhirnya menghembuskan nafas selama-lamanya pada 13 Maret 1916. Meski demikian namanya masih terngiang terutama di kalangan santri dan penerus mazhab Syafi'i. Kita sebagai bangsa Indonesia turut bangga dengan nama besar beliau. Apalagi beliau masih fasih berbahasa minang meski lama di Makkah. Luar biasa, salut!
 http://www.bintang.com/
'' Bathil ''
gambar kata kata islami
Sungguh, pemahaman ini sangat berbahaya bila didalami dan dicermati dengan kacamata ilmu. Dan hanya akan menjadi indah bila dipahami dengan kaca mata akal yang sudah rusak dan dzauq (perasaan) yang sudah mati karena kejumudan dalam taqlid. 
Ini adalah konsep Iblis yang ditebarkan oleh kaum sufiyah modern yaitu Jama’atut Tabligh wad Da’wah. Juga seperti konsep Ikhwanul Muslimin dalam amal dakwah mereka. Prinsip ini mengharuskan setiap orang untuk diam dari menyuarakan kebenaran, terlebih kebenaran itu akan menimbulkan friksi dan tidak menguntungkan “dakwah”. Diakui atau tidak, demikianlah hakikat dakwah mereka di masyarakat.
Dan konsep iblis ini sangat batil, dilihat dari beberapa sisi:
a. Merupakan sunnatullah bahwa perjalanan dakwah yang haq akan mendapatkan perlawanan sengit dari kebatilan dan pelakunya, yang berawal sejak keberadaan bapak manusia yaitu Nabi Adam ‘alaihissalam sampai akhir jaman. 
Pertempuran antara ahli kebatilan dan kebenaran tidak akan pupus selama kehidupan masih ada di dunia ini. Allah 'Azza wa Jalla telah menceritakan dalam kitab-Nya tentang perjalanan dakwah Nabi Nuh ‘alaihissalam sebagai rasul yang pertama, yang mendapatkan penentangan hebat dari istri dan kaumnya, Nabi Ibrahim ‘alaihissalam dari ayah dan kaumnya, Nabi Luth ‘alaihissalam dari istri dan kaumnya, Nabi Hud ‘alaihissalam dari kaum ‘Ad, Nabi Shalih ‘alaihissalam dari kaumnya Tsamud, Nabi Syu’aib ‘alaihissalam dari kaumnya Madyan, Nabi Musa dan ‘Isa ‘alaihimassalam dari kaumnya Bani Israil, dan Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam dari keluarga dan umat beliau. Allah 'Azza wa Jalla menjelaskan sunnah ini di dalam firman-Nya:

وَكَذَلِكَجَعَلْنَالِكُلِّنَبِيٍّعَدُوًّاشَيَاطِيْنَاْلإِنْسِوَالْجِنِّيَوْحِيبَعْضُهُمْإِلَىبَعْضٍزُخْرُفَالْقَوْلِغُرُوْرًا

Dan demikianlah kami menjadikan musuh bagi setiap nabi, yaitu (musuh) dari kalangan setan manusia dan jin, yang sebagiannya membisikkan kepada sebagian yang lain (dengan) ucapan yang dihiasi dengan penuh penipuan.” (Al-An’am: 112)

وَكَذَلِكَجَعَلْنَالِكُلِّنَبِيٍّعَدُوًّامِنَالْمُجْرِمِيْنَوَكَفَىبِرَبِّكَهَادِيًاوَنَصِيْرًا

Demikianlah kami telah menjadikan musuh bagi setiap nabi dari para pelaku maksiat, dan cukuplah Rabbmu sebagai pemberi petunjuk dan penolong.” (Al-Furqan: 31)
As-Sa’di rahimahullahu menjelaskan dalam tafsir beliau:
“(Sebagai sebuah penghibur bagi Rasul-Nya Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam), Allah 'Azza wa Jalla berfirman: ‘Sebagaimana Kami telah menjadikan bagimu musuh-musuh yang akan membantah, memerangi dan hasad terhadap dakwahmu (maka) inilah sunnah Kami, yaitu menjadikan musuh-musuh bagi setiap nabi yang Kami utus dari kalangan setan manusia dan jin yang akan melawan segala apa yang dibawa oleh para rasul’.” (lihat Taisirul Karimirrahman, hal. 232)
Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-’Utsaimin rahimahullahu mengatakan:
“Termasuk hikmah Allah 'Azza wa Jalla yaitu, tidaklah Allah 'Azza wa Jalla mengutus seorang nabi melainkan Dia menjadikan musuh dari kalangan manusia dan jin bagi mereka. Hal itu untuk membuktikan bahwa dengan adanya musuh, kebenaran itu akan terbersihkan (dari kebatilan, -pen.) dan kebenaran itu akan menjadi jelas. 
Karena dengan adanya lawan dari setiap perkara (misal: syirik dengan tauhid, kemaksiatan dengan ketaatan, -red.) tentu akan menguatkan hujjah yang lain. Apabila sesuatu itu berjalan polos (tanpa ada yang menentang, -pen.) tidaklah akan menjadi jelas (dibandingkan) bila padanya ada penentangan, sampai akhirnya kebenaran itu melumatkan kebatilan dan menjadi terang-benderang. Dan sunnah yang menimpa para nabi juga telah menimpa segenap pengikut mereka.” (Syarah Kasyfus Syubhat, hal. 23)
Apakah setelah semuanya ini mereka akan berusaha untuk menghilangkan sunnatullah, atau menyembunyikannya di balik layar ‘demi ukhuwwah’?
b. Prinsip di atas akan menghancurkan prinsip dasar di dalam agama, yaitu prinsip ingkarul mungkar (mengingkari kemungkaran dan pelakunya). 
Ini adalah sebuah fenomena kebatilan di atas kebatilan, yang dikemas dengan rapi dalam peti Iblis: ‘demi ukhuwwah Islamiyah’. Prinsip ingkarul mungkar telah dijelaskan oleh Allah 'Azza wa Jalla dan Rasul-Nya dalam banyak ayat dan hadits, di antaranya:

وَلْتَكُنْمِنْكُمْأُمَّةٌيَدْعُوْنَإِلَىالْخَيْرِوَيَأْمُرُوْنَبِالْمَعْرُوْفِوَيَنْهَوْنَعَنِالْمُنْكَرِ

Dan hendaklah ada sekelompok orang dari kalian yang menyeru kepada kebaikan, memerintahkan kepada kebajikan dan mencegah dari kemungkaran.” (Ali ‘Imran: 104)

كًُنْتُمْخَيْرَأُمَّةٍأُخْرِجَتْلِلنَّاسِتَأْمُرُوْنَبِالْمَعْرُوْفِوَتَنْهَوْنَعَنِالْمُنْكَرِ

Kalian adalah sebaik-baik umat yang dikeluarkan bagi manusia, menyeru kepada yang ma’ruf dan mencegah dari kemungkaran.” (Ali ‘Imran: 110)
Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

مَنْرَأَىمِنْكُمْمُنْكَرًافَلْيُغَيِّرْهُبِيَدِهِفَإِنْلَمْيَسْتَطِعْفَبِلِسَانِهِفَإِنْلَمْيَسْتَطِعْفَبِقَلْبِهِوَذَلِكَأَضْعَفُاْلإِيْمَانِ

Barangsiapa melihat kemungkaran maka hendaklah dia mengubahnya dengan tangannya. Dan bila dia tidak sanggup, hendaklah dia mengubahnya dengan lisannya. Dan bila dia tidak sanggup maka dengan hatinya, dan yang demikian itu adalah selemah-lemah iman.
Di atas prinsip inilah, Islam diturunkan oleh Allah 'Azza wa Jalla. Adapun jika Islam di atas prinsip batil di atas, niscaya:
1. Tidak akan terang dan jelas kebenaran dan kebatilan, sampai sekarang ini.
2. Tidak akan ada amanat jihad melawan ahli kebatilan.
3. Tidak ada perintah ingkarul mungkar.
4. Tidak ada hak dan batil di dalam Islam, sehingga pada akhirnya semua agama adalah sama.
Ibnu Syubrumah rahimahullahu mengatakan:
“Menyeru kepada yang ma’ruf dan men-cegah dari kemungkaran sama dengan jihad. Dan setiap orang wajib bersabar dari dua orang yang akan mengganggu, tidak boleh lari dari keduanya dan tidak boleh bersabar lebih dari itu (diam). 
Meskipun dia takut terhadap caci makian atau dia takut mendengar ucapan yang jelek, (tetap) tidak akan gugur kewajiban ingkarul mungkar sebagaimana yang telah dijelaskan oleh Al-Imam Ahmad. Dan bila dia menanggung beban gangguan dan dia tetap kokoh menghadapinya, maka itu adalah lebih utama.” (lihat Jami’ul ‘Ulum wal Hikam, hal. 436)
Ibnu Rajab rahimahullahu mengatakan:
“Ketahuilah bahwa menyeru kepada yang ma’ruf dan mencegah dari kemungkaran terkadang dilakukan karena mengharapkan pahala dari Allah 'Azza wa Jalla. Terkadang dilakukan karena takut dari adzab Allah 'Azza wa Jalla bila meninggalkannya. Terkadang karena marah ketika keharaman Allah 'Azza wa Jalla dilanggar. 
Terkadang bertujuan menasehati kaum mukminin, kasih sayang kepada mereka dan berharap agar mereka terbebaskan dari perkara yang menjatuhkan mereka pada murka Allah 'Azza wa Jalla baik di dunia ataupun di akhirat. 
Terkadang dilakukan sebagai satu bentuk pengagungan, pemulia-an dan kecintaan kepada Allah 'Azza wa Jalla, di mana Allah 'Azza wa Jalla harus ditaati dan tidak dimaksiati, diingat dan tidak dilupakan, disyukuri dasn tidak dikufuri, dan agar setiap orang menebus dosa-dosa yang pernah dilakukan dengan jiwa dan harta.” (Jami’ul ‘Ulum wal Hikam, hal. 440)
Apakah mereka akan membangun sebuah prinsip batil lalu menumbangkan prinsip yang asasi di dalam agama? Tentu ini adalah sebuah kebatilan yang harus diingkari dan diperangi.
Dikutip dari "Benarkah Syafaat Diminta Kepada Selain Allah, Bagian 1"
Penulis : Al-Ustadz Abu Usamah Abdurrahman bin Rawiyah An-Nawawi .http://al-uyeah.blogspot.co.id
Wasiat yang Makruf ''
Pada zaman dahulu ada seorang kaya yang saleh dan zahid. Setelah merasa ajalnya sudah dekat, hartawan ini memanggil anak laki-lakinya.  Dengan suara bergetar ia berpesan (wasiat), "Anakku, rasanya aku tidak lama lagi bakal meninggalkanmu. Nanti, sewaktu orang-orang memandikan jasadku dan memulai mengafaniku, aku ingin engkau memasangkan salah satu kaus kakiku pada kakiku. Ini permintaan terakhirku padamu."
Benar setelah itu, laki-laki tua ini meninggal dunia dan meninggalkan kekayaan, anak-anak, dan orang-orang yang menjadi tanggungannya. Upacara pemakamannya dihadiri sanak keluarga, sahabat, dan tetangganya. Jasadnya telah dimandikan, dan sewaktu hampir selesai dikafani, putranya ingat wasiat sang ayah.
Ia mencari salah satu kaus kaki lamanya dan menyerahkannya kepada orang yang memandikan jenazah. "Tolong pakaikan kaus kaki ini pada kaki ayah. Ini permintaan terakhir beliau," ujarnya.
"Itu tidak mungkin," kata lelaki yang memandikan. "Itu tidak diperbolehkan dalam Islam. Saya tidak bisa melanggar syariat." Meskipun keberatan ini absah, sang putra bersiteguh. "Tapi, Pak, ini permintaan terakhir ayah saya, ini mesti dilaksanakan."
Orang yang mengafani itu bergeming, "Bila Anda tidak percaya dengan ucapan saya, silakan pergi dan tanya kepada mufti (ahli fatwa agama). Dia bakal menginformasikan jika hal itu tidak diperbolehkan." Pemakaman pun ditangguhkan.
Mereka berkonsultasi pada mufti, para khatib, dan kaum intelektual. Semua menyatakan, permintaan seperti itu tidak mungkin dipenuhi dalam Islam. Sementara itu, seorang sahabat almarhum menginterupsi perdebatan tersebut. "Anakku, almarhum bapakmu memberikan surat wasiat yang mesti kuserahkan padamu setelah keberangkatannya. Nih, sepucuk surat untukmu!" Ia memberinya sebuah amplop. Terpesona, si anak laki-laki itu membuka amplop dan membaca isi surat ayahnya.
"Anakku, aku telah mewariskan seluruh harta kekayaan ini padamu. Kini engkau mengetahui, pada momen terakhir, mereka bahkan tidak mau engkau memberiku sepasang kaus kaki lama untuk kukenakan. Kelak, saat engkau sendiri tiba pada suatu hari sebagaimana kualami, mereka pun tak akan mengizinkanmu membawa serta sesuatu pun selain kafanmu. Hanya beberapa senti kain kafan yang bisa kamu bawa dari dunia ini menuju kehidupan akhirat. Dengan demikian, teguhlah dan bersiap-siaplah. Kenakan harta kekayaan yang kuwariskan kepadamu bukan untuk hal sia-sia. Gunakanlah di jalan yang diridhai Allah dan menopangmu meraih kebahagiaan dan keselamatan. Semoga engkau hidup terhormat di dunia dan di akhirat nanti."
Kisah di atas menegaskan, kematian adalah suatu kepastian bagi setiap makhluk yang bernyawa. Ia pasti tiba dalam kondisi dan saat yang kita tidak pernah tahu. Maka, sebelum kematian itu datang, Rasulullah SAW menganjurkan bagi setiap Muslim agar menulis wasiatnya jika ia mempunyai sesuatu yang ingin diwasiatkan.
"Diwajibkan atas kamu, apabila seorang di antara kamu kedatangan (tanda-tanda) maut, jika ia meninggalkan harta yang banyak, berwasiat untuk ibu-bapak dan karib kerabatnya secara makruf, (ini adalah) kewajiban atas orang-orang yang bertakwa." (QS al-Baqarah [2]: 180).
Rasulullah SAW bersabda, "Tidaklah seseorang mewasiatkan suatu hak untuk seorang Muslim, lalu wasiatnya belum ditunaikan hingga dua malam, kecuali wasiatnya itu diwajibkan di sisinya." (HR Bukhari).
Semoga Allah membimbing kita untuk dapat menuliskan wasiat (pesan) kepada orang yang kita tinggalkan, dan menjadikan kita yang diwasiati agar dapat menunaikan pesan dari orang yang meninggalkan kita. Amin. n , replubika.co.id
Han Chae Ah, Aktingnya Semakin Memukau dan Mempesona
Han Chae Ah, Aktingnya Semakin Memukau dan Mempesona
Nama Han Chae Ah sendiri dapat digolongkan sebagai nama baru di dunia hiburan korea dibandingkan dengan mereka yang seumuran. Wanita muda ini baru memulai debutnya di showbiz korea ketika dia menginjak usia 24 tahun. Bakat di entertainment di mulainya dengan menjadi model di salah satu video klip Son Ho Young.

Setelahnya dia direkrut untuk memulai debutnya di dunia akting. Drama pertama yang dia bintangi adalah Elephant (2008). Dalam sepuluh tahun dia menjajal dunia entertainment, Han Chae Ah banyak memerankan karakter seorang tokoh . https://hello-pet.com/
Rumah Ulu, Rumah Bernilai Estetis Pembentuk Keluarga Harmonis
Rumah Ulu, Rumah Bernilai Estetis Pembentuk Keluarga Harmonis
Rumah tradisional bukan semata warisan budaya dalam bentuk material yang tersusun berupa elemen-elemen bangunan saja. Lebih dari wujud fisiknya, rumah tradisional mempunyai peran penting dalam membentuk ruang-ruang sosial dan simbolik, sekaligus sebagai representasi budaya bagi penghuninya. Indonesia sebagai negara kesatuan yang kaya akan kebudayaan mempunyai begitu banyak warisan rumah tradisional, salah satunya adalah rumah ulu di Sumatera Selatan.
Rumah Ulu merupakan rumah tradisional masyarakat yang bermukim di kawasan hulu Sungai Musi, Sumatera Selatan. Nama rumah ulu berasal dari kata uluan yang bermakna pedesaan, uluan juga sebutan bagi masyarakat yang tinggal di bagian hulu Sungai Musi. Semua bagian rumah ulu terbuat dari kayu, dengan bagian bawah ditopang oleh batang pohon unglen. Pemilihan batang pohon unglen bukan tanpa sebab, batang pohon ini diyakini bisa bertahan hingga ratusan tahun.
Pembangunan rumah ulu harus mengikuti beberapa peraturan yang sudah disepakati, peraturan tersebut antara lain seperti, pembangunannya harus menghadap ke depan garis aliran air. Hal ini dimaksudkan supaya rumah yang dibangun bisa terbebas dari banjir bandang yang sewaktu-waktu bisa datang. Selain itu, pembangunan rumah ulu juga harus mengikuti sistem ulu-ulak (ilir), yaitu jika lahan yang akan dibangun rumah masih luas dan berencana ingin membangun rumah ulu berikutnya, maka pembangunan rumah harus dilakukan dari bagian yang paling hulu.
Sistem ulu-ulak (ilir) bukan sekadar pengaturan pembangunan rumah, tetapi juga menjadi pengaturan ruang secara sosial. Rumah di bagian ulu diperuntukkan bagi mereka yang mempunyai usia lebih tua dalam garis keluarga, begitu seterusnya hingga ke rumah paling hilir yang ditempati oleh keturunan yang paling muda. Sistem ini juga berlaku di dalam pembagian ruang di dalam rumah.
Secara umum, rumah ulu dibagi menjadi tiga bagian yaitu, ruang depan, ruang tengah, dan ruang belakang. Ketiga bagian tersebut terbagi menjadi beberapa bagian, seperti garang atau lintut, haluan dan kakudan, ruang gedongan atau ambin, dan ruangan dapur. Garang atau lintut merupakan ruangan yang difungsikan sebagai tempat untuk bercengkrama para pemilik rumah, yang biasa dilakukan setiap sore hari setelah melakukan rutinitas kerja.
Sementara haluan dan kakudan merupakan ruangan khusus yang digunakan sebagai tempat istirahat. Haluan diperuntukkan bagi laki-laki, sedangkan kakudan diperuntukkan bagi para perempuan. Di bagian lain terdapat gedongan atau ambin, ruangan ini terdapat di bagian tengah rumah ulu yang lantainya lebih tinggi di antara bagian yang lain. Tempat ini difungsikan oleh orang yang dianggap paling tua di dalam rumah untuk memberikan wejangan kepada para anak dan cucu, nasihat tersebut juga bisa dalam bentuk dongengan sebelum tidur.
Seiring perkembangan zaman, rumah ulu makin jarang ditemukan. Meski demikian, salah satu bentuk rumah tradisional ini masih bisa ditemukan di halaman belakang Museum Balaputera Dewa, dan menjadi salah satu koleksi terbesar museum. Menurut catatan museum, rumah ulu tersebut berusia 200 tahun dan diambil dari Desa Asemkelat, Kecamatan Pangandonan, Kabupaten Ogan Komering Ilir.
Menjaga dan melestarikan rumah ulu bukan berarti setiap masyarakat saat ini harus membangun rumah ulu sebagai tempat tinggal, melainkan lebih kepada melestarikan nilai-nilai filosofis yang terkandung dalam rumah tradisional tersebut. Mengingat dalam rumah ulu terdapat nilai-nilai adiluhung seperti menghormati orang yang lebih tua, menyayangi orang yang lebih muda, dan membangun keluarga yang harmonis.https://www.indonesiakaya.com/
Kata mutiara islam
kata mutiara islam,vivatranew
kata mutiara islam,vivatranew
kata mutiara islam ,vivatranew
Diriwayatkan dalam sebuah hadist sesungguhnya didalam sedekah-sedekah itu ada lima perkara: 1. Sedekah itu bisa menambah harta kekayaan mereka; 2. Menjadi obat penyakit; 3. Allah akan menghindarkan bahaya dari mereka; 4. Mereka akan melewati jembatan shiratal mustaqim seperti halilintar yang menyambar; 5. Mereka akan masuk kedalam surga tanpa dihisab dan disiksa. Allah berfirman yang artinya: Perumpamaan orang-orang yang mendermakan (shodaqoh) harta bendanya di jalan Allah...
gambar kata kata islami
gambar kata islami ,vivatranews
Manusia yang paling dibenci oleh Allah ialah orang yang paling gemar bertengkar. Hadist riwayat Muslim, Tarmidzi dan Nasa'i Semoga kita bukan tergolong orang2 yang gemar bertengkar,. Aamiin...
gambar kata islami ,vivatranews
Hidayah alhamdulilah ya allah..
Akhlak islam
 gambar kata islami ,vivatranews
Kata kata bijak

kata bijak
                                    Tercelanya Bangga Diri Berkata Sufyan At-Tsauri رحمه الله تعالى…
Mengeluh vs bersyukur
                                                           Mengeluh vs bersyukur
Facebook Messenger Kini Punya Asisten Cerdas M
vivatra
Facebook secara resmi telah mengumumkan asisten cerdas yang disebut dengan M untuk aplikasi chatting FB Messenger. Facebook M ini tentunya bukan pesaing asisten cerdas lain seperti Google Assistant, Apple Siri atau Samsung Bixby karena lingkupnya hanya sebatas di aplikasi FB Messenger. Lalu apa saja yang ditawarkan oleh Facebook M ini?
“Hari ini kami dengan gembira mengumumkan peluncuran sugesti dari M kepada semua orang di AS. M adalah asisten Anda yang membantu di Messenger, didukung oleh kecerdasan buatan. M menawarkan sugesti dengan membuka percakapan terbuka untuk menyarankan konten dan kemampuan yang relevan untuk memperkaya cara orang berkomunikasi dan menyelesaikan sesuatu.”
“Ketika kami mengumumkan M lebih dari setahun yang lalu, ini adalah eksperimen AI kecil yang didukung oleh manusia yang dapat memenuhi hampir semua permintaan. Kami banyak belajar dan interaksi ini memungkinkan kami membuat versi M yang sepenuhnya otomatis yang menyarankan tindakan bermanfaat dalam obrolan Anda, memperlihatkan fitur yang mungkin tidak diketahui orang yang ada tepat di Messenger,” keterangan resmi Facebook.
Asisten cerdas Facebook M ini memiliki fungsi yang meudahkan pengguna mengakses dan memanfaatkan fitur di FB Messenger dengan menghadirkan sejumlah sugesti. Misalnya ketika lawan chat menanyakan “Where are you?” maka Facebook M akan memberikan sugesti pada pengguna untuk berbagi lokasi dengan lawan chat. Berikut ini beberapa fitur yang dimiliki oleh Facebook M.
  • Saran stiker
  • Meminta atau mengirim uang
  • Berbagi lokasi
  • Membuat rencana dengan teman (memberi pengingat untuk penerima obrolan)
  • Membuat polling dalam obrolan kelompok
  • Meminta tumpangan dari Uber atau Lyft
Sayangnya, sampai saat ini Facebook M ini baru tersedia untuk pengguna Facebook Messenger untuk Android dan iOS di Amerika Serikat saja. Rilis global kemungkinan akan segera menyusul.http://sidomi.com/
Empat panglima suku Dayak paling ampuh
Sejak lama bahkan sejak era penjajahan Belanda, suku Dayak dikenal sebagai suku paling ditakuti. Pasalnya suku Dayak diketahui memiliki kekuatan magis yang mengerikan. Apalagi suku yang mendiami tanah Borneo ini juga memiliki panglima perang yang bisa menumpas semua musuh suku Dayak dengan sekali tebas.Selama ini kita mengenal dua panglima perang suku Dayak, yaitu panglima burung dan panglima kumbang. Bahkan kengerian mereka konon ikut terlibat pada tragedi Sampit yang mengerikan. Namun ternyata suku Dayak yang luas masih memiliki banyak panglima perang yang tidak kalah sangarnya. Hanya saja harus diakui kalau mereka sampai sekarang masih misterius.

Panglima Naga

Sosok panglima Naga bagi masyarakat suku Dayak adalah salah satu panglima perang yang paling dihormati. Namun hal tersebut juga sejalan dengan sosoknya yang misterius.
Panglima Naga suku Dayak sangat sulit untuk ditemui, konon saat terakhir sosoknya terlihat pada masa penjajahan dulu. Sampai sekarang sosok panglima Naga masih dipercayai keberadaannya. Namun hampir mustahil untuk bisa bertemu dengannya karena hidupnya yang berpinda-pindah dari puncak gunung satu ke gunung lainnya.

Panglima Api

Sosok panglima perang yang satu ini, diyakini berasa dari suku Dayak Iban. Konon dia nyaris tidak dapat ditemui di jaman sekarang ini. Pasalnya panglima Api baru akan muncul saat terjadi perang dan saat pasukan suku Dayak dipukul mundur oleh musuh.

Kemunculannya tidak hanya untuk memberikan energi pada suku Dayak melalui roh Kamang Tariu, tapi panglima Api juga akan turun langsung menumpas habis para musuh suku Dayak. Konon panglima Api bisa menghabisi semua pasukan musuh dengan sekali hembusan apinya.

Panglima Angsa

Sosok panglima ini punya dua nama lainnya, kadang dia disebut panglima Guntur dan kadang juga dia disebut panglima kilat. Semua nama tersebut sebenarnya menggambarkan kekuatannya yang mengerikan. Konon menurut cerita, kemunculannya akan dibarengi dengan Guntur dan saat berperang dia dapat menghabisi ratusan orang dengan tebasannya yang secepat kilat.



Hanya saja, sosok panglima Angsa ini juga sangat misterius. Bukan hanya karena dia baru muncul saat terjadi perang tapi juga karena keberadaannya yang nyaris tidak bisa diketahui. Tapi menurut cerita, jika panglima Angsa muncul maka bisa dipastikan akan banyak korban dari musuk suku Dayak.

Panglima Sumpit

Suku Dayak juga masih punya satu panglima yang tidak kalah hebatnya, dia dikenal dengan nama panglima Sumpit. Menurut cerita sosok panglima ini punya kekuatan yang sangat mengerikan dengan menggunakan sumpitnya. Konon dia bisa memerintahkan sumpit suku dayak untuk terbang dan membunuh musuhnya.
Hanya saja sama seperti panglima perang lainnya, keberadaan panglima Sumpit juga masih misterius.

Kalau dilihat dari kemampuan semua panglima suku Dayak tersebut, sebenarnya tidak heran kenapa di jaman penjajahan dulu tanah Borneo Kalimantan sangat sulit untuk ditaklukkan Belanda dan Jepang.
 http://ikavuje.blogspot.co.id/

Cari Blog Ini