Translate

Tampilkan postingan dengan label dunia islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label dunia islam. Tampilkan semua postingan
Di Manakah Laut yang Berlumpur Hitam?


Kisah yang masih misteri tentang sosok Dzulqarnayn hingga saat ini adalah tempat dia melihat matahari terbit dan terbenamnya. Di manakah itu? Alquran menyebutkan, ketika Dzulqarnayn sampai di suatu tempat matahari di barat, dia melihat matahari terbenam di dalam laut yang berlumpur hitam (fi Aynin Hami`atin).

Hingga apabila dia telah sampai ke tempat terbenam matahari, dia melihat matahari terbenam di dalam laut yang berlumpur hitam, dan dia mendapati di situ segolongan umat. Kami berkata: Hai Dzulqarnayn, kamu boleh menyiksa atau boleh berbuat kebaikan terhadap mereka. (QS Al-Kahfi [18]: 86).

Di manakah lokasi Dzulqarnayn melihat matahari terbenam itu? Apakah laut yang dimaksud itu adalah Laut Hitam atau sekadar ilustrasi, yakni ketika seseorang berjalan ke sebuah pantai, laut, atau muara sungai, lalu dia menyaksikan matahari perlahan tenggelam?

Jika memahami ayat ke-86 surah Al-Kahfi di atas secara harfiah, laut yang dimaksud adalah sebuah lautan yang berwarna hitam karena dipenuhi oleh lumpur. Tentu saja, pendapat demikian akan menuai perdebatan yang sangat panjang. Sebab, sangat mustahil sebuah lautan yang sangat luasdipenuhi oleh lumpur yang berwarna kehitam-hitaman.

Sejumlah pendapat pun dikemukakan para ahli tafsir, seperti Ibnu Katsir dalam Bidayah wa an-Nihayah dan Tafsir Ibnu Katsir serta Sayyid Quthb dalam Tafsir Fi Zhilal al-Qur’an, Abu Bakar Jabir al-Jazairi dalam Tafsir Al-Aisir, maupun lainnya mengenai ayat 86 surah Al-Kahfi tersebut.

Sayyid Quthb menjelaskan, pendapat yang paling kuat dia berada di antara salah satu muara sungai, yang terdapat banyak padang rumput dan di sekitarnya banyak tanah yang berlumpur.

Ibnu Katsir menyebutkan, tempat itu adalah samudra. Inilah gejala yang dialami setiap orang yang sampai di pantai. Dia melihat matahari seolah-olah terbenam ke dalamnya, padahal matahari tidak terpisah dari falak (astronomi) yang keempat yang menjadi tempat rotasinya. Sedangkan Syekh Abu Bakar Jabir al-Jazairi menyebutkan, tempat itu adalah di sisi sebuah samudra.

Namun, di manakah laut berlumpur hitam itu? Benarkah tempat itu adalah Laut Hitam? Charles King dalam bukunya yang berjudul The Black Sea: A History (2004) menuliskan, Laut Hitam pada mulanya bernama Pontos Axenios (laut tidak ramah). Nama ini diberikan oleh orang Yunani. Kemudian, diganti menjadi Pontos Euxeinos (Laut Mesra) untuk mendapatkan keberkahan dari laut. Nama ini diberikan oleh para pelaut Yunani. Sebab, warna laut sangat gelap jika dibandingkan dengan Laut Mediterania.

Menurut Charles King, orang yang bisa melihat kedalaman Laut Hitam hanya berjarak sekitar lima meter (15 kaki), sedangkan Laut Mediterania mencapai 35 meter atau sekitar 100 kaki.http://www.republika.co.id/
Kisah Nabi Idris a.s
Kisah Nabi Idris a.s
Nabi Idris as merupakan keturunan dari Qabil dan Iqlima (putera dan puteri Nabi Adam as) kepada keturununannya inilah Idris ditugaskan Tuhan mengajak kepada kebenaran.

Nabi Idris adalah orang pertama yang menerima wahyu lewat Malaikat Jibril, ketika berumur 82 tahun. Tak ada informasi tentang lokasi pasti mengenai kehidupan Idris (Hurmus al-Haramisah) yang ditugaskan untuk membenahi akhlak anak cucu Qabil ini.

Ada yang menyebut daerah Munaf, Mesir, namun adapula yang menyebut Babilonia. Yang pasti Idris yang sejak kecil belajar ilmu dari Nabi Syits (Putra Adam as), kepadanya telah diturunkan wahyu kenabian.

“Dan Ceritakanlah (hai Muhammad kepada mereka, kisah) Idris (yang tersebut) di dalam Al Quran. Sesungguhnya ia adalah seorang yang sangat membenarkan dan seorang Nabi. Dan Kami telah mengangkatnya ke martabat yang tinggi.” (QS. Maryam: 56-57)

Idris menurut riwayat dalam hadis Bukhari adalah kakeknya bapak Nuh a.s. berarti Nabi Idris merupakan generasi ke enam dari Adam, mengingat Nuh sendiri sebagai keturunan ke sepuluh dari Adam as.Nabi Idris as memiliki beberapa kelebihan alias mukjizat dari Tuhan:

Pertama, dia manusia pertama yang pandai baca tulis dengan pena. Kepada Idrislah Allah swt memberikan 30 sahifah alias suhuf lembaran-lembaran ajaran Tuhan, berisi petunjuk untuk disampaikan kepada umatnya.

Kedua, Nabi Idris diberi bermacam-macam pengetahuan mulai dari merancak (merawat) kuda, ilmu perbintangan (falaq), sampai ilmu berhitung alias matematika.

Ketiga, Nama Nabi Idris sendiri berasal dari kata Darasa yang artinya belajar. Idris memang sangat rajin mengkaji ajaran Allah swt yang diturunkan kepada Adam dan Nabi Syits, bahkan yang langsung kepada dirinya. Nabi Idris juga sangat tekun mengkaji fenomena alam semesta, yang semua merupakan ayat dan pertanda dari
Tuhannya.

Keempat, Nabi Idris as ialah orang yang pertama pandai memotong dan menjahit pakaiannya. Orang-orang sebelumnya konon hanya mengenakan kulit binatang secara sederhana dan apa adanya untuk dijadikan penutup aurat.

Idris yang haus akan ilmu pengetahuan sehari-hari memang disibukkan oleh berbagai kepentingan, namun ia tetap selalu ingat kepada Tuhan. Dengan berbekal pengetahuan yang mencapai kelengkapan, dengan kekuatan dan kehebatan yang mumpuni.

Idris menjadi gagah berani tak takut mati, tak gentar kepada siapa saja, terutama dalam menyadarkan keturunan Qabil-Iqlima yang saat itu penuh dengan kesesatan. Dapat dipahami jika ia mendapat gelar kehormatan Asadul Usud alias “Singa di atas segala singa” dari Allah swt.

Kepada kaumnya, Idris diperintahkan memberantas kebiasaan melakukan kenistaan. Idris ditugaskan untuk membenahi pekerti rendah, zalim terhadap sesama, suka permusuhan, serta suka berbuat kerusakan. Kepada keturunan Qabil, Idris menandaskan, iman kepada Allah bisa memberikan keberuntungan. “Untuk itu wahai kaumku,” kata Idris,

“Peganglah tali agama Allah, beribdalah hanya kepada Allah. Bebaskan diri dari azab akhirat dengan cara amal saleh dan kebaikan. Zuhudlah di dunia dan berlaku adil, mengerjakan shalat sesuai dengan ajaran Tuhan. Berpuasa pada hari tertentu setiap bulan, jihad melawan musuh agama bikinan setan, serta keluarkan zakat dan sedekah membantu kaum papa dan kaum yang ditimpa kemalangan”

Selain itu, Idris juga selalu menyatakan beberapa pesan kebajikan:
Pertama, salat mayit lebih sebagai penghormatan, karena pemberi syafaat hanya Tuhan sesuai ukuran amal kebajikan.

Kedua, besarnya rasa syukur yang diucapkan, tetap tidak akan mampu mengalahkan besarnya nikmat Tuhan yang diberikan.

Ketiga, sambutlah seruan Tuhan secara ikhlas, untuk shalat, puasa, maupun menaati semua perintah-Nya.

Keempat, hindari hasad alias dengki kepada sasama yang mendapat rezki, karena hakikat jumlahnya tidak seberapa.

Kelima, menumpuk numpuk harta tidak ada manfaat bagi dirinya. Keenam, kehidupan handaknya diisi hikmah kebijakan (Ma’al anbiya’ fil Quranil Karim:78)

Semoga bermafaat…
 
Paman-Paman Nabi Muhammad Saw
Paman Nabi Muhammad Saw jumlahnya ada 12 orang, mereka itu ialah :
  1. Hamzah, dia adalah singa Allah. Hamzah ikut berjuang membela Islam dan mengikuti Perang Badar dan Uhud. Hamzah gugur syahid dalam Perang Uhud ketika dibunuh oleh Wahsyi.
  2. Abbas, dia adalah paman Nabi Muhammad Saw yang paling muda. Abbas ikut Perang Badar bersama orang-orang musyrik. Tetapi dia berhasil ditawan oleh kaum muslimin dan akhirnya menebus dirinya, kemudian masuk islam seketika itu pula.Abbas disuruh oleh Rasulullah Saw untuk menyembunyikan keislamannya dan disuruh untuk tetap tinggal di Mekkah untuk memantau segala kegiatan orang-orang musyrik. Abbas tetap menyembunyikan keislamannya hingga hari pembebasan kota Mekah. Abbas wafat pada tahun 32 Hijriyah dalam usia 88 tahun.Abu Thalib, pelindung Nabi Muhammad Saw sedari beliau berusia 8 tahun hingga besar. Abu Thalib senantiasa melindungi Nabi Muhammad Saw dari tekanan orang kafir Quraisy.
  3. Abu Lahab, nama aslinya adalah Abdul ‘Uzza. Abu Lahab sangat gigih dalam menentang dakwah Rasulullah Saw. Abu Lahab meninggal dunia akibat serangan penyakit sejenis cacar yang terkenal ganas dan menular.Ketika meninggal dunia, tidak ada seorangpun yang berani mendekatinya. Anak-anaknya pun menjauhinya. Kemudian anak-anaknya dengan terpaksa membuat galian, karena takut dimaki oleh orang banyak.Lalu mereka mendorong mayat Abu Lahab dengan alat yang panjang hingga masuk pada galian. Setelah itu mereka melemparinya dengan batu-batu hingga galian itu penuh batu dan menutupi mayat Abu Lahab.
  4. Al Harts, putra Abdul Muthalib yang paling tua. Al Harts meninggal sebelum agama islam datang atau sebelum Nabi Muhammad Saw diutus oleh Allah Swt.
  5. Az Zubair, sudah meninggal sebelum Nabi Muhammad Saw diutus oleh Allah Swt.
  6. Jahl, nama aslinya adalah Al Maghirah.
  7. Abdul Ka’bah, sudah meninggal sebelum Nabi Muhammad Saw diutus oleh Allah Swt.
  8. Qutsam, meninggal dunia di waktu kecil.
  9. Dhiror, meninggal dunia pada hari turunnya wahyu kepada Nabi Muhammad Saw, tetapi belum sempat masuk Islam.
  10. Al Ghoidaq, nama aslinya adalah Mushab.
  11. Al Muqowwin.
http://alwib.net/
Bethlehem: Kota Satu Tuhan Tiga Agama
Bethlehem: Kota Satu Tuhan Tiga Agama
Bethlehem dalam bahasa Arab berarti Rumah Daging & Bahasa Ibrani artinya Rumah Roti. Dalam Maushu’ah al-Mudun al-Falisthiniyyah, kota ini dinisbatkan kepada Dewa Lahama, sehingga dinamakan Bait Lahama selanjutnya berubah menjadi Bethlehem.
Kota ini memiliki arti penting bagi Umat Nasrani karena dipercayai sebagai tempat kelahiran Yesus dari Nazaret (Holy Crypt). Di tempat ini dibangun Church of Navity, Gereja Kelahiran (yang disucikan umat Nasrani dan merupakan Gereja tertua di dunia) oleh Konstantin Agung (300 M). Tahun 2012 UNESCO menetapkan Church of Navity sebagai warisan budaya dunia.
Tempat ini juga memiliki makna signifikan bagi umat Yahudi karena dipercaya sebagai tempat kelahiran Daud as, raja terpopuler & terpenting bagi Bani Israel yg merebut Jerussalem dari genggaman kaum Jebusit.
Di tempat ini pula diyakini terdapat kuburan Rahel. Ketika Ya’kub as dlm perjalanan menuju Khalil (Hebron) tempat kuburan ayahnya Ishaq as dan kakeknya Ibrahim as beserta istri mereka, terpaksa berhenti di tempat ini karena istrinya tiba-tiba ingin melahirkan. Karena istrinya mengalami kesulitan dalam melahirkan Bunyamin, kemudian meninggal dan dikuburkan di kota tersebut. Di tempat ini pula konon Daud as dan Sulaiman as wafat dan dikuburkan.
Tempat ini juga memiliki arti penting bagi umat Islam–meskipun pro & kontra–karena diyakini tempat kelahiran nabi Isa as. Di tempat ini Rasulullah saw ketika Isra Mi’raj diperintahkan Jibril as untuk turun dr Buroq, kemudian shalat dua raka’at sebagai ucapan salam penghormatan kepada Isa as.
Tempat ini juga pernah dikunjungi Kholifah Umar bin al-Khoththob dengan ditemani oleh Patrick Shafar Wanius dan melakukan shalat dua rakaat.
Karenanya, tidak ada salahnya apabila kota ini mendapat perhatian khusus dari Umat Islam dengan menziarahinya karena Rasulullah saw telah memberikan kemuliaan terhadap tempat ini dengan mengunjunginya bersama Jibril as dan shalat di dalamnya.
Wallahu A’lam. http://islami.co
Sejarah Mencatat, DI MESJID INILAH SHALAT JUMAT PERTAMA DILAKUKAN RASULULLAH
masjid quba,
Di Madinah, selain Masjid Nabawi, masjid lainnya yang juga memiliki sejarah penting dalam penyebaran agama Islam adalah Masjid Quba (masjid yang pertama kali dibangun oleh Rasul SAW) dan Masjid Qiblatain (dua kiblat).
Namun, ada satu masjid penting lainnya yang kerap terlupakan. Padahal, masjid ini memiliki sejarah yang sangat penting dalam penegakan syiar Islam. Itulah Masjid Jumat. Ya, masjid ini disebut dengan nama demikian karena disinilah Rasul SAW pertama kali melaksanakan shalat Jumat saat memasuki Kota Madinah.
Sebagaimana diketahui, ketika Rasul SAW memutuskan untuk berhijrah dari Makkah ke Madinah, beliau sempat membangun masjid. Dan, masjid pertama yang dibangun itu adalah Masjid Quba, yang terletak di kampung Quba, berjarak sekitar empat kilometer di sebelah selatan Masjid Nabawi.
Keutamaan Masjid Quba diterangkan dalam Alquran. Sesungguhnya masjid yang didirikan atas dasar takwa (Masjid Quba), sejak hari pertama, adalah lebih patut kamu shalat di dalamnya.” (QS At-Taubah [9]: 108).
Setelah mendirikan masjid ini, Rasul bersama dengan Abu Bakar as-Siddiq melanjutkan perjalanan menuju Yatsrib, yakni Madinah sekarang. Namun, sebelum sampai di tempat tujuan, yakni Masjid Nabawi, beliau singgah di kampung Bani Sulaim.
Rasulullah dan kaum Muhajirin tiba di Madinah dari Makkah pada Senin 12 Rabiul Awal dan menetap di Quba selama empat hari hingga Jumat pagi 16 Rabiul Awal.  Pada saat itu ialah hari Jumat, dan waktunya sudah menjelang shalat Zhuhur. Karena itu, bersama para sahabat dan kaum Muslimin yang ada pada saat itu, Rasul SAW mengajak mereka untuk mendirikan shalat Jumat.
Shalat Jumat itu dilaksanakan Rasul SAW di sebuah Wadi (lembah) yang terletak di kampung Bani Sulaim. Letaknya berdekatan dengan Masjid Quba. Menurut Junaidi Halim dalam bukunya Makkah-Madinah dan Sekitarnya, nama lembah tersebut adalah Wadi Ranuna.
Sebagai peringatan atas pelaksanaan shalat Jumat itu didirikanlah sebuah masjid di lokasi tersebut. Dan, masjid itu diberinama Masjid Jumat. Menurut Hanafi al-Mahlawi dalam Al-Amakin al-Masyhurah fi Hayati Muhammad SAW, shalat Jumat yang dilaksanakan di lokasi tersebut merupakan shalat jumat yang pertama kali.
Sebab, sebelumnya beliau kesulitan melaksanakan shalat Jumat karena kuatnya tekanan dan penindasan yang dilakukan kafir Quraisy terhadap kaum Muslim. Ada yang mengatakan bahwa lokasi pelaksanaan shalat Jumat itu terletak di sisi kanan jalan dari Quba menuju Madinah.http://www.panggilandarisurau.com/
Silsilah Bab : 2Keluarga Nabi Muhammad SAW : Ayah, Ibu, Paman, Bibi, Ibu Susuan, Istri dan Anak
Silsilah Keluarga Nabi Muhammad SAW : Ayah, Ibu, Paman, Bibi, Ibu Susuan, Istri dan Anak
Nabi Muhammad Saw lahir di Mekah pada hari Senin, tanggal 12 Rabiul Awal atau bertepatan dengan tanggal 20 April 571 Masehi. Dengan demikian, jarak kelahiran antara Nabi Muhammad Saw dengan Nabi Isa as adalah 571 tahun. Sedangkan jarak kelahiran Nabi Isa as dengan Nabi Musa as sekitar 1716 atau 1900 tahun.
Jarak kelahiran antara Nabi Musa as dengan Nabi Ibrahim as adalah 545 tahun. Jarak kelahiran antara Nabi Ibrahim as dengan Thufan sekitar 1080 tahun. Kemudian jarak kelahiran antara Thufan dan Nabi Adam as sekitar 2242 tahun.
Dengan demikian, jarak kelahiran Nabi Muhammad Saw dengan Nabi Adam as menurut pendapat yang akurat dan terkenal di kalangan para sejarawan adalah sekitar 6155 tahun.

: 4 Nama Anak Nabi Muhammad Saw

Nabi Muhammad Saw memiliki 7 anak, 3 diantaranya laki-laki dan 4 perempuan. Adapun urutan putra-putri Nabi Muhammad Saw adalah sebagai berikut : Al Qasim, Zainab, Ruqaiyah, Fatimah Az Zahra, Ummu Kultsum, Abdullah dan Ibrahim dari istrinya yang bernama Mariyah Al Qibtiyah.
  1. Al Qasim, wafat di Mekkah dalam usia 2 tahun.
  2. Zainab, menikah dengan  Abu Al ‘Ash bin Ar Robi’, anak bibinya sendiri yang bernama Halah binti Khuwailid. Dia mempunyai anak bernama Ali dan Umamah. Zainab wafat pada tahun 8 Hijriyah.
  3. Ruqaiyah, menikah dengan Utsman bin Affan. Ruqaiyah wafat pada waktu sedang terjadi Perang Badar, yaitu bulan Ramadhan tahun 2 Hijriyah.
  4. Fatimah Az Zahra, menikah dengan Ali bin Abi Thalib ketika masih berusia 15 tahun, sedangkan Ali berusia 21 tahun 5 bulan. Mereka dikaruniai enam anak. Tiga anak laki-laki, yaitu : Al hasan, Al Husain, Al Muhassin dan tiga anak perempuan, yaitu : Zainab, Ummu Kultsum dan Ruqaiyah. Fatimah wafat 6 bulan setelah Nabi Muhammad wafat, tepatnya pada tanggal 3 Ramadhan tahun 11 Hijriyah.
  5. Ummu Kultsum, menikah dengan Utsman bin Affan setelah ditinggalkan oleh Ruqaiyah. Ummu Kultsum wafat pada tahun 7 Hijriyah.
  6. Abdullah, yang memiliki gelar Thayib dan Thahir. Dia wafat di Mekkah ketika masih kecil.
  7. Ibrahim, lahir pada bulan Dzulhijah tahun ke 8 Hijriyah. Ibu Ibrahim adalah Mariyah Al Qibthiyah (bangsa Mesir). Ibrahim wafat pada tahun ke 10 Hijriyah dalam usia satu tahun empat bulan. Ada juga yang mengatakan satu tahun delapan bulan.

    : 5 Nama Istri-Istri Nabi Muhammad Saw

    Istri Nabi Muhammad Saw total semuanya ada sebelas. Ketika beliau wafat, meninggalkan sembilan istri. Sedangkan yang dua sudah wafat sebelum Nabi Muhammad wafat. Dua istri Nabi yang wafat sebelum beliau yaitu :
  8. Siti Khadijah, merupakan istri Rasulullah Saw yang pertama. Nabi Muhammad menikahi Khadijah di Mekkah sebelum beliau diutus menjadi Rasul. Sebelum menikah dengan Nabi Muhammad, Khadijah sudah pernah menikah dengan Abu Halah dan mempunyai anak bernama Zainab dan Hindun. Sebelum menikah dengan Abu Halah, Khadijah sudah pernah menikah dengan  ‘Atiq Al Mahzumi dan mempunyai anak bernama Abdullah dan Jariyah.Rasulullah Saw membina rumah tangga dengan Siti Khadijah hingga Khadijah wafat, dan selama itu tidak kawin dengan wanita lain, kecuali setelah Khadijah meninggal dunia.
  9. Zainab binti Khuzaimah, terkenal dengan panggilan Ummu Masakin atau ibunya orang-orang miskin. Hal ini disebabkan karena beliau sangat cinta dan penuh kasih sayang kepada orang-orang miskin. Zainab mendampingi Nabi Muhammad sebagai istri hanya sekitar dua atau tiga bulan, lalu meninggal dunia.
Adapun istri Nabi Muhammad Saw yang masih hidup ketika beliau wafat itu ada sembilan. Mereka itu ialah :
  1. Aisyah, merupakan putri dari Abu Bakar Ash Shiddiq. Aisyah menikah dengan Rasulullah Saw di Mekkah pada bulan Syawal dalam usia 7 tahun. Dua tahun kemudian, yaitu ketika Aisyah berusia 9 tahun, Aisyah diajak ke Madinah, tepatnya bulan Syawal, delapan bulan setelah Hijrah.Aisyah adalah satu-satunya wanita yang ketika dikawin oleh Nabi Saw masih dalam keadaan gadis. Aisyah adalah istri yang paling dicintai Nabi Saw. Aisyah wafat dalam usia 67 tahun, pada bulan Ramadhan tahun 58 Hijriyah.
  2. Hafshah, putri dari Umar bin Khathab. Hafshah menikah dengan Rasulullah Saw setelah suaminya yang bernama Khunais As Sahimi meninggal dunia dan gugur sebagai syahid dalam Perang Badar. Hafshah menikah dengan Rasulullah Saw pada usia 20 tahun dan wafat dalam usia 60 tahun pada tahun 48 Hijriyah.
  3. Saudah, putri dari Zam’ah. Saudah adalah janda dari suami yang bernama As Sakron bin Amr, salah seorang anggota rombongan yang hijrah ke Habasyah, lalu kembali ke Mekkah dan meninggal dunia. Saudah yang janda itu dinikahi oleh Rasulullah Saw pada bulan Ramadhan tahun ke-10 kenabian, yakni setelah Khadijah wafat. Saudah wafat pada akhir pemerintahan Umar bin Khathab.
  4. Shofiyah, putri dari Huyai bin Akhthob seorang tokoh Bani Nadhir. Sebelum menikah dengan Rasulullah Saw, Shofiyah sudah pernah menikah dengan Sallam bin Masykam, seorang Yahudi, lalu menikah dengan Kinanah. Masykam dan Kinanah adalah penyair yang terkenal.Kinanah meninggal ketika terjadi Perang Khaibar, dan Shofiyah, istrinya jatuh ke tangan kaum muslimin sebagai tawanan. Karena Shofiyah tokoh Bani Quraidhah, maka persoalannya diserahkan kepada Rasulullah Saw. Oleh Rasulullah Saw diberi dua tawaran, yaitu :
    • Merdeka dan menikah dengan Rasulullah Saw,
    • Dibebaskan begitu saja dan bisa kembali kepada keluarganya.
    Shofiyah memilih merdeka dan menjadi istri Rasulullah Saw. Ketika itu Shofiyah baru berusia 17 tahun. Setelah menikah dengan Rasulullah, banyak dari kaumnya yang kemudian masuk islam. Shofiyah wafat pada bulan Ramadhan tahun 50 Hijriyah.
  5. Maimunah, seorang putri dari Harits Hilaliyah. Maimunah menikah dengan Rasulullah Saw pada tahun ke-7 Hijriyah, dalam perjalanan Umrah Qadha. Maimunah meninggal pada tahun 51 Hijriyah dalam usia 80 tahun. Maimunah merupak wanita yang paling akhir yang dikawin Rasulullah Saw.
  6. Ummu Habibah, nama aslinya adalah Romlah putri Abu Sufyan. Dia adalah janda dari Ubaidillah bin Jahesy yang meninggal di Ethiopia. Ummu Habibah menikah dengan Rasulullah Saw pada tahun ke-7 Hijriyah dengan maskawin pemberian Raja Najasyi sebanyak 4000 dirham
  7. Ummu Salamah, nama aslinya adalah Hindun putri dari Abu Umaiyah bin Mughirah Al Mahzumi. Dia janda dari Abu Salamah, anak bibi Rasulullah Saw yang bernama Barroh, dengan empat anak. Ummu Salamah menikah dengan Rasulullah Saw pada bulan Syawal tahun ke-4 Hijriyah, ketika itu dia berusia 30 tahun. Ummu Salamah wafat dalam usia 84 tahun pada tahun 60 Hijriyah.
  8. Zainab putri Jahesy, putri dari bibi Rasulullah Saw yang bernama Umaimah. Zainab menikah dengan Rasulullah Saw pada tahun ke-5 Hijriyah. Sebelum dikawin Rasulullah, Zainab adalah istri dari Zaid bin Haritsah. Pernikahan Rasulullah Saw dengan Zainab merupakan pernikahan yang dilandasi firman Allah : “Maka tatkala Zaid telah mengakhiri keperluannya terhadap istrinya (menceraikannya), maka Kami kawinkan kamu dengan dia.”Oleh karena itu, Zainab sering merasa bangga dengan dirinya sebagai istri Rasulullah Saw, yang dikawinkan langsung oleh Allah dengan turunnya ayat tersebut.
  9. Juwairiyah, putri dari Al Harits seorang tokoh Bani Musththoliq. Juwairiyah adalah janda Musafi’ bin Shofwan, orang yang paling semangat memusuhi islam dan paling menentang Dakwah Nabi Muhammad Saw. Musafi’, suami Juwairiyah terbunuh dalam perang Al Muraisisi dan Juwairiyah menjadi tawanan kaum muslimin, bersama beberapa kabilah dan keluarganya.Juwairiyah ingin dirinya bebas dari tawanan dengan cara menebus dirinya, lalu dia menghadap kepada Rasulullah Saw hendak meminta bantuan uang untuk menebus dirinya. Rasulullah Saw memberikan apa yang diinginkannya dan beliau menawarkan hendak mengawininya.Juwairiyah menerima tawaran dari Rasulullah Saw, lalu menikahlah keduanya. Orang-orang islam pada waktu itu banyak yang memegang tawanan Bani Mushtholiq. Sehingga ketika mereka mengetahui bahwa Juwairiyah, janda tokoh bani Mushtholiq telah dikawin oleh Rasulullah Saw, maka kaum muslimin merasa tidak pantas menawan Bani Mushtholiq. Lalu mereka  ramai-ramai membebaskan dengan cara memerdekakan mereka. Ketika Bani Mushtholiq mengetahui yang demikian itu, maka mereka berbondong-bondong masuk Islam.
Pernikahan Rasulullah Saw dengan lebih dari empat itu boleh dan itu hanya khusus untuk Nabi. Sedangkan untuk umatnya, hanya boleh menikah dengan empat istri saja.
 http://alwib.net/
Silsilah Keluarga Nabi Muhammad SAW : Ayah, Ibu, Paman, Bibi, Ibu Susuan, Istri dan Anak
Silsilah Keluarga Nabi Muhammad SAW : Ayah, Ibu, Paman, Bibi, Ibu Susuan, Istri dan Anak
Nabi Muhammad Saw lahir di Mekah pada hari Senin, tanggal 12 Rabiul Awal atau bertepatan dengan tanggal 20 April 571 Masehi. Dengan demikian, jarak kelahiran antara Nabi Muhammad Saw dengan Nabi Isa as adalah 571 tahun. Sedangkan jarak kelahiran Nabi Isa as dengan Nabi Musa as sekitar 1716 atau 1900 tahun.
Jarak kelahiran antara Nabi Musa as dengan Nabi Ibrahim as adalah 545 tahun. Jarak kelahiran antara Nabi Ibrahim as dengan Thufan sekitar 1080 tahun. Kemudian jarak kelahiran antara Thufan dan Nabi Adam as sekitar 2242 tahun.
Dengan demikian, jarak kelahiran Nabi Muhammad Saw dengan Nabi Adam as menurut pendapat yang akurat dan terkenal di kalangan para sejarawan adalah sekitar 6155 tahun.

:1 Silsilah Nasab Nabi Muhammad dari Sisi Ayah

Nabi Muhammad putra Abdullah bin Abdul Muthallib bin Hasyim bin Abdi Manaf bin Qushoyyi bin Kilab bin Murrah bin Ka’ab bin Luai bin Ghalib bin Fihir bin Malik bin Nazhar bin Kinanah bin Khuzaimah bin Mudrikah bin Ilyas bin Mudhar bin Nizar bin Maad bin Adnan.

: 2 Silsilah Nasab Nabi Muhammad dari Sisi Ibu

Nabi Muhammad putra Aminah binti Wahab bin Abdi Manaf bin Zuhrah bin Kilab. Inilah silsilah Nabi Muhammad Saw yang wajib diketahui oleh setiap orang mukallaf, yaitu sampai ke Adnan.

: 3 Ibu Susuan Nabi Muhammad Saw

Sudah menjadi tradisi bangsa Arab perkotaan untuk menyusukan anaknya di daerah gunung dan pedalaman dengan maksud untuk meneguhkan pendiriannya, menguatkan fisiknya dan kefasihan bahasanya.
Atas dasar inilah, Abdul Muthallib mengirimkan cucunya yang bernama Muhammad, kepada seorang perempuan Bani Saad, yaitu Halimah putri Dhuaib As-Sa’diyah untuk disusuinya.
Halimah Sa’diyah merupakan salah satu wanita yang pernah menyusui Nabi Muhammad Saw. Selain Halimah, wanita yang pernah menyusui Nabi Muhammad ialah Aminah, ibu kandungnya sendiri, kemudian Tsuwaibah Al Aslamiyyah, bekas budaknya Abu Lahab yang dimerdekakan ketika Nabi Muhammad lahir.
Halimah Sa’diyah ketika menyusui dan merawat Nabi Muhammad sering merasakan dan menyaksikan beberapa keistimewaan dan keanehan pada diri Nabi Muhammad Saw, yang belum pernah terjadi pada anak-anak lain yang pernah dia susui.
Peristiwa pengoperasian Nabi Muhammad oleh dua malaikat membuat Halimah takut dan khawatir atas keselamatan Muhammad. Apalagi dia pernah didatangi oleh orang-orang kristen Ethiopia yang meminta agar Muhammad diserahkan kepada mereka.
Atas kejadian-kejadian ini, kemudian Halimah memutuskan untuk menyerahkan kembali Nabi Muhammad kepada keluarganya.Next >>>
Lady Evelyn, Wanita Inggris Pertama yang Pergi Haji 3
kabah
Pada April 1933, ia berkesempatan untuk menunaikan ibadah haji. Ia menjadi wanita Inggris pertama yang melakukan perjalanan ibadah haji. Saat menunaikan haji, usianya terbilang lanjut, 65 tahun.

Lady Evelyn mengakui, ibadah haji memiliki pengaruh yang sangat besar dalam kehidupannya. Ia pun merasa takjub dengan ritual ibadah rukun Islam ini. Bayangkan! Seseorang menceburkan diri ke dalam kelompok manusia yang begitu besar dengan jumlahnya mencapai jutaan orang, dan datang dari segenap penjuru dunia untuk melakukan ibadah suci di tempat yang suci. Mereka menceburkan diri ke dalam kelompok manusia, lalu dengan segala kerendahan hati, khusyuk, dan tunduk bersama-sama memuji, membesarkan, dan menyucikan Allah, ujarnya.

Mengunjungi negeri tempat awal munculnya agama Islam dan menyaksikan tempat-tempat bersejarah dalam perjuangan Rasulullah SAW, menjadi pengalaman yang hebat sepanjang hidupnya. Dari pengalaman ini, saya terdorong untuk mencontoh kehidupan Rasulullah, paparnya.

Ia juga melihat ibadah haji sebagai sarana untuk memperkokoh rasa persaudaraan di kalangan kaum Muslimin di seluruh dunia. Perbedaan warna kulit dan jarak antara satu dan yang lain tidak menjadi penghalang. Segala perbedaan kesukuan dan mazhab dikesampingkan pada saat itu.

Kesatuan akidah umat Islam telah menjadi persaudaraan yang kokoh kuat, persaudaraan yang telah memberikan inspirasi kepada mereka untuk dapat mewarisi kebesaran nenek moyang mereka, tukasnya.

Pengalamannya selama menunaikan haji ini, kemudian ia tuangkan dalam sebuah buku berjudul Pilgrimage to Mecca. Buku ini dirilis pertama kali pada 1934. Seiring perjalanan waktu dan usia yang cukup lanjut, perempuan bangsawan kerajaan Inggris ini akhirnya wafat pada Januari 1963.http://www.ihram.co.id/
Lady Evelyn, Wanita Inggris Pertama yang Pergi Haji 2
Lady Evelyn, Wanita Inggris Pertama yang Pergi Haji
Kandasnya bahtera rumah tangga yang telah dibinanya selama 31 tahun membuat Lady Evelyn mengalami kesedihan yang teramat dalam. Berbagai usaha telah ditempuhnya untuk menghapus kesedihan tersebut, tetapi tidak juga berhasil. Hingga akhirnya, ia pun memutuskan untuk pergi ke Afrika. Di benua hitam ini, ia menemukan obat pelipur laranya tersebut, yaitu agama Islam.

Dalam buku Islam Our Choice, bangsawan asal Suffolk ini mengungkapkan bahwa ia tidak mengetahui secara pasti kapan dia mendapatkan hidayah tersebut. "Saya merasa kalau saya selamanya sebagai seorang Muslim. Ini tidaklah aneh, bila mengingat Islam adalah agama fitrah, di mana seorang anak dibiarkan tumbuh menurut fitrahnya,"ujarnya.

Karena itu, saya sependapat dengan perkataan seorang sarjana Barat bahwa Islam adalah agama rasional dan sesuai dengan akal sehat manusia. Ia mengakui, makin banyak mempelajari dan membaca literatur tentang agama Islam, semakin bertambah pula keyakinannya akan keistimewaan agama yang dibawa Nabi Muhammad SAW ini dibandingkan agama lainnya.

Menurutnya, Islam adalah agama yang paling sesuai dengan kehidupan dan segala problematikanya. Ia juga menegaskan, Islam adalah agama yang paling mampu menyelesaikan segala kesulitan dan kepincangan di dunia ini, serta yang dapat membawa manusia pada perdamaian dan kebahagiaan.

"Saya sudah tidak ragu bahwa Allah adalah tunggal. Dan Musa, Isa, Muhammad, serta banyak nabi-nabi dan rasul-rasul sebelum mereka adalah nabi dan rasul yang mendapatkan wahyu dari Allah, Tuhan mereka. Setiap umat diutus Allah kepadanya seorang rasul. Kita terlahir ke dunia ini tidak membawa dosa asal, karenanya kita tidak membutuhkan orang lain untuk menanggung atau menebus dosa kita, paparnya.

Lady Evelyn menambahkan, Islam identik dengan kedamaian. Muslim adalah seorang yang harmonis dalam melaksanakan ajaran Pemilik dan Pencipta Alam ini. Di samping itu, seorang Muslim adalah orang yang hidup damai dengan Allah dan hidup damai pula dengan makhluk ciptaan Allah.Next >>>
http://www.ihram.co.id
Lady Evelyn, Wanita Inggris Pertama yang Pergi Haji
Lady Evelyn, Wanita Inggris Pertama yang Pergi Haji
Pada musim haji tahun 1933 silam, menyimpan cerita tersendiri bagi masyarakat Kota Suffolk, Inggris, khususnya umat Islam. Sebab, pada tahun itu, salah seorang penduduknya pergi ke Tanah Suci Makkah untuk menunaikan ibadah haji.

Hebatnya lagi, ia adalah seorang perempuan. Namanya adalah Lady Evelyn Zainab Murray Cobbold. Konon, dialah Muslimah pertama asal Inggris yang menunaikan ibadah haji.

Sebagai negara yang mayoritas penduduknya memeluk kepercayaan Anglikan, berita kepergian Evelyn Cobbold ke Makkah itu membuat kaget masyarakat Inggris, terutama penduduk Kota Suffolk. Mengingat Evelyn Cobbold berasal dari keluarga bangsawan Suffolk yang paling berpengaruh. Karuan saja, kabar tersebut menghiasi pemberitaan media-media di Inggris saat itu. Sejumlah media bahkan menempatkannya sebagai headline di halaman depan.

Laman Wikipedia menyebutkan bahwa Lady Evelyn merupakan putri tertua dari pasangan Charles Adolphus Murray—Earl of Dunmore ketujuh—dan Lady Gertrude Coke—yang merupakan putri dari Earl of Leicester kedua. Perempuan yang lahir di Edinburgh pada 1867 ini, disebut-sebut masih keturunan dari Pangeran William I Inggris, yang juga dikenal sebagai William Sang Penakluk dan William dari Normandia.

Dalam tulisannya yang bertajuk "From Suffolk to Saudi", editor berita BBC Suffolk, Lis Henderson, mengungkapkan bahwa Lady Evelyn memutuskan untuk memeluk Islam pada akhir 1800-an atau menjelang abad ke-19. Di usia kanak-kanak, ia sudah mempelajari berbagai macam keyakinan. Sewaktu kecil, ia kerap menghabiskan liburan musim dinginnya dengan mengunjungi wilayah Afrika Utara. Di benua hitam inilah Evelyn tertarik dengan Islam.

Lady Evelyn menikah dengan salah seorang anggota keluarga Cobbold, John Dupius Cobbold, pada 1891. Di negeri Inggris, keluarga Cobbold dikenal luas sebagai pendiri Cobbold Brewery, industri pembuatan bir. Namun, pernikahannya dengan John Cobbold hanya bertahan selama tiga dasawarsa. Pada 1922, pasangan ini memutuskan untuk berpisah.Next >>>
Kenapa Orang Yahudi Cerdas-Cerdas
http://vivatranew.blogspot.co.id/
Artikel Dr Stephen Carr Leon patut menjadi renungan bersama. Stephen menulis dari pengamatan langsung. Setelah berada 3 tahun di Israel karena menjalani housemanship dibeberapa rumah sakit di sana. Dirinya melihat ada beberapa hal yang menarik yang dapat ditarik sebagai bahan tesisnya, yaitu, "Mengapa Yahudi Pintar?"

Ketika tahun kedua, akhir bulan Desember 1980, Stephen sedang menghitung hari untuk pulang ke California, terlintas di benaknya, apa sebabnya Yahudi begitu pintar? Kenapa tuhan memberi kelebihan kepada mereka? Apakah ini suatu kebetulan? Atau hasil usaha sendiri? Maka Stephen tergerak membuat tesis untuk Phd-nya. Sekadar untuk Anda ketahui, tesis ini memakan waktu hampir delapan tahun. Karena harus mengumpulkan data-data yang setepat mungkin.
Marilah kita mulai dengan persiapan awal melahirkan. Di Israel, setelah mengetahui sang ibu sedang mengandung, sang ibu akan sering menyanyi dan bermain piano. Si ibu dan bapak akan membeli buku matematika dan menyelesaikan soal bersama suami.
Stephen sungguh heran karena temannya yang mengandung sering membawa buku matematika dan bertanya beberapa soal yang tak dapat diselesaikan. Kebetulan Stephen suka matematika. Stephen bertanya, "Apakah ini untuk anak kamu?" Dia menjawab, "Iya, ini untuk anak saya yang masih di kandungan, saya sedang melatih otaknya, semoga ia menjadi jenius."
Hal ini membuat Stephen tertarik untuk mengikut terus perkembangannya. Kembali ke matematika tadi, tanpa merasa jenuh si calon ibu mengerjakan latihan matematika sampai genap melahirkan. Hal lain yang Stephen perhatikan adalah cara makan. Sejak awal mengandung dia suka sekali memakan kacang badam dan korma bersama susu. Tengah hari makanan utamanya roti dan ikan tanpa kepala bersama salad yang dicampur dengan badam dan berbagai jenis kacang-kacangan.
Menurut wanita Yahudi itu, daging ikan sungguh baik untuk perkembangan otak dan kepala ikan mengandungi kimia yang tidak baik yang dapat merusak perkembangan dan penumbuhan otak anak didalam kandungan. Ini adalah adat orang orang Yahudi ketika mengandung. menjadi semacam kewajiban untuk ibu yang sedang mengandung mengonsumsi pil minyak ikan.
Ketika diundang untuk makan malam bersama orang orang Yahudi. Begitu Stephen menceritakan, "Perhatian utama saya adalah menu mereka. Pada setiap undangan yang sama saya perhatikan, mereka gemar sekali memakan ikan (hanya isi atau fillet)," ungkapnya.http://vivatranew.blogspot.co.id/ 

Meskipun warga Yahudi di AS kurang dari 3% populasi, tapi sudah memenangkan 25% hadiah Nobel. Ilmuwan kini tahu rahasia mengapa orang Yahudi memiliki IQ tinggi. Hal itu disebabkan penyakit genetik Ashkenazi.

Ashkenazi selain membuat cerdas juga sangat mematikan. Ilmuwan Gregory Cochran selalu penasaran mengapa bangsa Yahudi sangat pintar. Ia menyangsikan teori seleksi alam yang menyebabkan bangsa Yahudi menjadi pintar.

Berdasarkan penelusurannya di jurnal ilmiah dia mengungkapkan teori baru pada Henry Harpending, professor kehormatan di University of Utah AS. Harpending juga anggota National Academy of Sciences.
Cochran menilai gen yang rusaklah, yang menyebabkan orang Yahudi menjadi lebih pintar. Kesimpulan Cochran ini bisa membuka perdebatan baru menyangkut hubungan antara DNA dengan IQ.

Cochran (55) dan Harpending (65) menyebut Ashkenazi telah menyebabkan naiknya kekuatan otak. Psikolog dan peneliti pendidikan mendapati rata-rata IQ orang Yahudi adalah 107,5 hingga 115.
Angka itu di atas rata-rata orang Eropa yang hanya mencapai 100. Berbeda 7 nilai sudah cukup untuk membedakan tingkat kejeniusan.

Jika rata-rata IQ 100, maka jumlah orang yang memiliki IQ diatas 140 hanya 0,4%. Jika rata-rata 110, maka tingkat jenius mencapai 2,3%.

Meskipun warga Yahudi di AS kurang dari 3% dari populasi tapi sudah memenangkan 25% hadian Nobel sejak 1950. Selain itu bangsa Yahudi menguasai 20% eksekutif di AS dan 22% anggota mahasiswa jenius adalah Yahudi. 

http://www.asalasah.com/
Membaca Warisan Rumi
Membaca Warisan Rumi
Mendengar nama Jalaluddin Rumi (1207-1273M/605-672 H) orang mungkin lantas teringat karya utamanya Matsnawi. Penyair sufi terbesar yang pernah lahir ke dunia itu memang sangat terkenal terutama karena  Matsnawi-nya, sebuah buku enam jilid yang berisi ajaran-ajaran spiritual sufi dan kisah kesufian.

 Buku yang terdiri dari 26.620 bait yang dikerjakan selama 10 tahun itu  juga berisi syair berkualitas tinggi  -- menjadikannya sebagai buku yang paling popular dalam bahasa Persia sepanjang masa. Larik-larik puisinya menyeberang ke seluruh panorama kehidupan, dari kesengsaraan dan pengabdian manusia, sampai keluasaan universal rencana tersembunyi Tuhan. Puisinya tampak tak terukur dan tak terbatas.
Matsnawi,  sajak naratif yang panjang itu telah  diterjemahkan ke dalam berbagai macam bahasa di Timur dan Barat, dan selama ratusan tahun telah mempesona dan menawan perasaan dan pikiran manusia di berbagai belahan dunia. 
 Matsnawi menandai klimaks persajakan mistik, dan termasuk dalam syair-syair abadi di dunia. Rumi tak diragukan lagi adalah penyair sufi yang paling ulung, yang dilahirkan di Persia, tulis Browne, ''sementara karya mistiknya, Matsnawi,  pantas mendapat tempat di antara puisi besar segala zaman.''
Hingga saat ini Rumi dicari oleh para saudagar dan raja, para penyembah yang taat dan pencari yang memberontak, cendekiawan terkenal dan petani biasa, pria dan wanita. Di makamnya, orang-orang Muslim, Kristen, Yahudi, Arab, Persia, Turki, dan Romawi menghormatinya. Begitu hebatnya pengaruh Rumi sampai abad komputer dan internet.
Selain Matsnawi yang begitu abadi, Rumi sebetulnya juga meninggalkan wasiat sebuah karyanya yang lain: sebuah manuskrip yang tidak begitu dikenal -- namun memiliki kekuatan luar biasa. Kumpulan pelajaran yang diberikan saat pertemuan dengan murid-muridnya. Buku berjudul Fihi Ma Fihi oleh Pro AJ Arberry diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris dengan judul /Discourses of Rumi. Oleh penebit Risalah Gusti, buku tersebut diterjemahkan sesuai dengan judul Inilah Apa Yang Sesungguhnya.
 Buku ini merupakan rekaman diskusi-diskusi spiritual yang seringkali mengikuti alunan musik dan tarian, pendeklamasian puisi-puisi dan frase-frase suci untuk menghidupkan dan membawa pembahasan spiritual kepada berbagai varian manusia. Tidak hanya pada zamannya, tetapi juga amat relevan pada masa kini. Itu sebabnya, Fihi Ma Fihi merupakan warisan tercecer Rumi yang amat berharga termasuk bagi masyarat modern.
Seperti juga puisi-puisinya, tulisan-tulisan Rumi yang dihimpun dalam buku inipun memiliki vitalitas yang luar biasa. Saat memberi kata pengantar buku ini, Doug Marman (Omphaloskepsis, Ames, Iowa, Amerika Serikat), mengatakan ''Bagaimanapun juga, judul ini sarat dengan beragam makna, sebagaimana semua karya Rumi. 
Ini barangkali gagasan aneh,  bahwa seseorang dapat mengkomunikasikan banyak hal, pada banyak tingkatan, pada saat yang sama.'' Doug menyimpulkan, Fihi Ma Fihi menyediakan penjelasan-penjelasan dan kunci-kunci  untuk membuka makna Matsnawi. ''Dua karya ini ditulis saling berkaitan, dan mengandung banyak referensi dan cerita-cerita yang diteruskan dari yang satu ke yang lainnya.''
Salah satu hal yang menarik dari karya-karya Rumi adalah dia tidak pernah bersifat umum dalam diskusi-diskusinya. Rumi selalu berbicara untuk situasi-situasi yang spesifik. Dia membincangkan keimanan-keimanan khusus dan pertentangan-pertentangan dari orang-orang di sekelilingnya, dan dia adaalah seorang saksi dan pembicara bagi Sang Jalan karena Sang Jalan sedang mewujud pada zamannya. Dan, kata Doug, masih saja kata-katanya mengajari kita sekarang.
Buku yang berasal dari manuskrip ini berisi 71 wacana. Tiap-tiap wacana, seperti disebutkan di atas, bicara tentang hal yang khusus. Rumi menjadi saksi sekaligus pembicara -- yang darinya orang dapat mengambil hikmah amat besar untuk kehidupan.  Setiap wacana sarat pesan dan makna, yang seringkali disampaikan dalam bentuk ibarat atau tamsil. Lalu disambungkan dengan ayat-ayat Al Qur'an dan Hadits Rasulullah saw.
Misalnya wacana 4 yang menyebutkan tentang tugas khusus manusia. Menurut Rumi, setiap orang memasuki dunia ini demi sebuah tugas khusus, dan itulah tujuan mereka. Jika mereka tidak melakukannya, maka mereka sesungguhnya tidak melakukan apa-apa.
''Segala sesuatu dibebani tugas. Langit mengirim hujan dan cahaya untuk hamparan padang agar bersemi dan tumbuh hidup. Bumi menerima benih dan melahirkan buah-buahan. Gunung-gunung menjaga tambang-tambang emas dan perak. Semua benda ini, langit dan bumi dan gunung bekerja, namun tidak melakukan satu hal itu: tugas khusus itu kita yang melakukan.''
Lalu, Rumi mengutip sebuah ayat Al Qur'an, ''Kami menawarkan kepercayaan kepada langit, bumi dan gunung-gunung, mereka menolak untuk melakukannya dan takut akan hal tersebut, tetapi manusia melaksanakannya. Sungguh mereka bodoh dan berlumur dosa.'' (hlm 17)
Rumi juga mengingatkan manusia agar jangan pernah melupakan tujuan hidup. Dia mengambil tamsil dari kisah sepasang kekasih abadi, Laila-Majnun. Ketika Majnun sedang melakukan perjalanan untuk kekasihnya, Laila, sepanjang dia benar-benar sadar dia mendorong untanya ke arah itu. Tetapi ketika sesaat dia begitu khusyuk mengingat Laila dan melupakan untanya, unta itu menelusuri jalan kembali ke desa di mana anak unta itu disimpan. Menyadari keadaan ini, Majnun mendapati  bahwa dia telah mundur ke belakang dua hari perjalanan. Akhirnya dia melompat dari untanya dan berkata, ''Unta ini adalah kehancuranku!'' dan kemudian berjalan kaki sambil bernyanyi:
Hasrat untaku sekarang telah kutinggalkan di belakang
Hasratku sendiri ada di depan
Tujuan kita sudah berbeda
Kita tidak lagi sepakat.
Siapa pun yang beruntung pernah membaca Matsnawi, atau bagian-bagian dari buku kumpulan puisi mistis terindah dan abadi itu perlu membaca Fihi Ma Fihi.  
Sumber : Pusat Data Republika
Gambar Kelahiran Tertua di Dunia Ada di Mesir
Gambar Kelahiran Tertua di Dunia Ada di Mesir
Tim peneliti dari Italia menemukan apa yang mereka yakini sebagai gambar perisitiwa melahirkan tertua yang pernah ada. Temuan di atas batu berusia 5.000 tahun itu menggambarkan bintang di timur, bayi di antara kedua orang tua serta dua hewan.

Gambar berwarna coklat kemerahan tersebut ditemukan di dinding gua kecil di Gurun Sahara, Mesir, saat ekspedisi melintasi lembah Nil dan dataran tinggi Gilf Kebir, dikutip dari laman Live Science. “Ini gambar yang menggugah, mirip peristiwa Natal. Tapi, lebih tua sekitar 3.000 tahun,” kata ahli geologi Marco Morelli, yang juga direktur Museum of Planetary Science di Prato, Italia.

Morelli menemukan, gambar tersebut pada 2005 namun baru merasa sekarang adalah saat yang tepat untuk mengungkapnya. Gambar tersebut menimbulkan pertanyaan terkait ikonografi mengenai salah satu peristiwa penting bagi penganut Nasrani.

Gambar tersebut berisi seorang lelaki, perempuan yang hilang di bagian kepala karena rusak dan bayi. Sekilas gambar tersebut merupakan peristiwa biasa, yang membuatnya menarik adalah posisi bayi yang berada sedikit di atas, seperti hendak naik ke langit.

“Kematian dikaitkan dengan bumi dalam seni kontemporer si area yang sama, mungkin, kelahiran dihubungkan dengan angkasa,” kata Morelli.

Makna gambar menjadi semakin rumit bila figur lainnya, hewan dan benda kecil berbentuk bundar disertakan. Di bagian atas gambar, terdapat singa tanpa kepala, hewan mitos yang muncul di beberapa lukisan batu dari daerah yang sama. Sementara itu, di bawah terdapat gambar babon.

Di bagian timur, pelukis neolitikum itu membuat sesuatu yang terlihat seperti bintang. Situs tersebut sekarang diberi nama “Cave of teh Parents”, Gua Orang Tua. “Ini gambar yang menarik. Kami belum menemukan yang seperti ini sampai era Kristen awal,” kata Morelli.http://khazanah.republika.co.id
Bukan di Jazirah Arab, Negara Ini Lahirkan Ulama-Ulama Hebat

Islam mengakar kuat dalam kehidupan masyarakat Uzbekistan. Sebagian besar penduduknya menganut risalah yang disebarkan oleh Nabi Muhammad SAW itu. 
Menurut Departemen Luar Negeri AS, pada 2009 jumlah Muslim di negeri ini diperkirakan 90 persen dari penduduk dan sisanya menganut Kristen Ortodoks. 
Namun, laporan Pew Research Center 2009 menyatakan bahwa jumlah penduduk Muslim Uzbekistan adalah 96,3 persen dari keseluruhan populasi. Diperkirakan terdapat 93 ribu Yahudi di negara tersebut.  
Islam masuk ke Uzbekistan pada abad ke-8 ketika orang-orang Arab memasuki Asia Tengah. Islam awalnya masuk ke bagian selatan Turkestan dan secara bertahap menyebar ke utara. 
Uzbekistan merupakan salah satu negara yang dilewati oleh jalur sutra perdagangan pada masa lampau. Jalur Sutra melewati empat kota tua besar di Uzbekistan yaitu Kiva, Tashkent, Bukhara, dan Samarkand.
Tetapi tahukan Anda, jika Uzbekistan ternyata adalah negara yang melahirkan ulama-ulama terkenal. Salah satunya  ulama hadis terkenal Imam Bukhari yang berasal dari kota Bukhara. 
Cendekiawan Muslim lainnya yang juga berasal  dari Uzbekistan yaitu  Imam at-Tirmidzi dan Abu Manshur al-Maturidi yang merupakan salah satu pelopor  ulama fikih dan teologi Islam. 
Di Samarkand, terjadi perkembangan ilmu di dunia Muslim. Karya Ali Qushji (w 1474 M), yang bekerja di Samarkand dan kemudian Istanbul, dipandang sebagai contoh akhir dari inovasi dalam teori astronomi Islam dan diyakini menjadi inspirasi Nicolaus Copernicus karena argumen yang sama tentang rotasi bumi.
 http://khazanah.republika.co.id/

Menjelajah semesta alam ''
Dengan Nama Allah Yang Mahakasih dan Mahasayang
Rasulullah Saw bersabda:
“Sesungguhnya aku tinggalkan untuk kalian dua pusaka yang berharga; Kitab Allah dan Itrah; Ahlul Baitku. Selama berpegang pada keduanya, kalian tak akan tersesat selama-lamanya. Dan keduanya tidak akan terpisah hingga menjumpaiku di telaga Kautsar, di Hari Kiamat kelak”.
(H.R. Sahih Muslim : jilid 7, hal 122. Sunan Ad-Darimi, jilid 2, hal 432. Musnad Ahmad, jilid 3, hal 14, 17, 26 danjilid 4, hal 371 serta jilid 5, hal 182 dan 189. Mustadrak Al-Hakim, jilid 3, hal 109, 147 dan 533, juga di dalam kitab-kitab induk hadis yang lain)
Majid Fakhri 
Kewajiban...Keraguan...Siapa Tuhan itu?
Si anak sedang menyaksikan televisi tatkala bapaknya datang. Ia tahu bahwa ada sesuatu yang penting yang ingin bapak katakan kepadanya. Keluarga itu baru saja selesai menyantap makan malam mereka bersama dan sang bapak meminta si anak untuk masuk ke dalam sebuah ruangan yang terdekat untuk membicarakan apa yang diinginkan oleh sang bapak. Si Anak sangat penasaran gerangan apa yang ingin dibincangkan oleh bapak. (insial D=Dad panggilan akrab si bapak dan S=Son adalah ungkapan yang terkadang digunakan si bapak ketika memanggil putranya).
D Apakah engkau tahu mengapa aku ingin menjumpaimu malam ini, anakku?
S Tidak Dad. Tapi saya kira ada sesuatu yang penting.
D Aku telah lama memikirkan dan merencanakan pertemuan ini.
S Sejak kapan, Dad?
B Semenjak engkau menginjak usia baligh, kurang lebih setahun yang lalu. Aku telah mempersiapkan sebuah program khusus untukmu.
S Program apakah itu? Dan apa hubungannya dengan masa balighku?
D Usia baligh atau pubertas merupakan masa transisi antara masa belia dan masa dewasa, canda dan keseriusan, kebebasan yang tak terbatas dan tanggung jawab, sebagaimana engkau tahu sendiri. Dalam program ini, aku akan menggelar serangkaian diskusi denganmu tentang agama, keyakinan, iman, manusia, masyarakat, semesta dan banyak hal yang harus engkau ketahui makna yang sebenarnya dari masalah tersebut dan membangun sebuah opini, gagasan dan sikap yang sesuai dengan kondisi kedewasaan dan maturitasmu.
S Trims Dad, karena telah menaruh kepercayaan kepadaku.
D Anakku, yang pertama-tama menaruh kepercayaan ini adalah Tuhan. Dan bila engkau tidak memiliki kapasitas dan kemampuan, Dia tidak akan menaruh kepercayaan kepadamu dengan membebankan tugas dan kewajiban. Merupakan sebuah kehormatan bahwa manusia sendiri, dari seluruh makhluk di bumi persada ini, dipercayakan dengan berbagai tugas dan kewajiban.
S Benar Dad, apa yang Daddy katakan membuatku merasa bangga, dan bertambah cintaku kepada Tuhan lantaran Dia menugasiku dengan tanggung jawab. Saya berharap dapat menjadi seorang hamba Tuhan, mencintai dan patuh kepada-Nya.
D Baguslah. Seorang hamba yang benar mencintai Tuhan dan tunduk patuh kepada-Nya. Cinta dan ketundukan merupakan dua hal yang tak terpisahkan. Seorang pujangga berkata, “Seorang pecinta tunduk patuh kepada yang dicintai.”
S Menurut hematku, mereka yang membangkan titah Tuhan melakukan hal ini lantaran mereka tidak memendam cinta kepada Tuhan dalam hatinya.
D Tepat sekali, bahkan bagi mereka yang lemah imanya tidak merasakan cinta kepada Tuhan sehingga ketika mereka melakukan kewajiban dan tugas agama, mereka melakukan hal tersebut dengan enggan, dan ketika mereka mengerjakan shalat, mereka mengerjakannya dengan malas.
S Kemarin, aku membaca ayat in dalam al-Qur’an: “JIka engkau mencinta Allah, ikutilah aku; Allah akan mencintamu.”
D Apa yang engkau pahami dari ayat ini?
S Saya memahaminya bahwa terdapat sebuah cinta yang berbalas (mutual love) antara Tuhan dan Mukmin.
D Dan bahwa cinta bermakna ketaatan dan memikul beban derita semata-mata demi yang dicinta.
S Aku senang doa dan munajat yang dibacakan Ibu kemarin, doa yang bersumber dari kitab as-Shahifah as-Sajjadiyah dan aku sedang mencoba untuk menghapalnya.
D Munajat yang mana, son?
S Munajat yang berkata, “….Aku memohon cintamu dan cinta orang yang mencintaiMu; cinta yang membuat seluruh bakti membawaku dekat kepadaMu, lebih aku cintai melebihi yang lain, dan membuat cintaku kepadaMu sebagai penuntun ke firdausMu, dan kegemaranku padaMu sebagai penghalang untuk tidak melanggar titahMu.”
D Munajat ini juga menitikberartkan dan menyoroti pada hubungan cinta dan ketaatan.
S Tapi Dad, bagaimana kita menemukan cinta Tuhan dalam hati kita?
D Mudah saja: dengan mengenal-Nya. Jika engkau benar-benar mengenal-Nya, engkau akan menggapai cinta utama.
S Jadi, langkah pertama adalah mengenal Tuhan.
D "Yang pertama dalam beragama adalah makrifat (pengenalan).” Sebagaimana yang disebutkan dalam kitab Nahjul Balagah. Mengenal Tuhan merupakan perkara pertama dalam beragama, makrifat dan pengenalan ini disyaratkan dengan cinta kepada-Nya. Hal ini adalah persamaan Matematika, nak.
S Bagaimana?
D Dalam Matematika, ada sesuatu yang disebut sebagai substitusi ketika berurusan dengan persamaan.
S Iya, engkau mengingatkanku tentang hal itu. Ketika kita terapkan, kita berkata, Pengetahuan = Agama. Agama = Cinta; dan dengan substitusi kita menemukan bahwa agama adalah cinta, bukankah demikian, Dad?
D Dan demikianlah apa yang disabdakan oleh Imam Shadiq As.
S Apa yang ia sabdakan?!
D Beliau bersabda, “Adakah agama itu selain cinta!” Nak, cinta merupakan sesuatu yang terindah di dunia ini.
S Allahu Akbar, Anda berbicara denganku dalam bahasa anak muda, bahasa……,
D Seorang remaja (ABG)?
S Baiklah, Dad, aku malu untuk berkata itu.
D Iya, Aku berbicara denganmu menggunakan bahasa ABG, sebagaimana Rasulullah Saw memerintahkan kita untuk berbicara dengan manusia sesuai dengan cara berpikir mereka. Tuhan mengutus setiap nabi untuk berbicara kepada manusia dengan bahasa mereka sendiri. Lalu mengapa aku tidak berbicara denganmu sebagai seorang ABG?
S Tepat Dad, hanya dengan bahasanya seseorang akan dapat mengerti. Kalau tidak, ia tidak ingin berurusan dengan sesuatu. Salah seorang guru kami telah memberikan sebuah buku agama sebagai hadiah. Aku berjuang keras ketika aku hendak membacanya, dan setelah beberapa saat aku menyerah lantaran bahasanya terdengar seperti bahasa moyang kita yang hidup berabad lampau; oleh karena itu, ia tidak ada sangkut-pautnya dengan kehidupan kita hari ini.
D Hal ini merupakan alasan mengapa sebagian anak muda lari dari agama karena mereka mendapatkan adanya representasi bahasa agama yang mereka mengerti. Masa sekarang adalah masa computer dan internet, dan tidak mungkin menyuguhkan Islam melalui kitab-kitab klasik yang telah ditulis beberapa waktu yang lalu.
S Alangkah indahnya Anda berbicara, Pak! Aku rasa aku mencintaimu lebih dari sebelumnya dan mencinta Tuhan dan bersyukur kepada-Nya karena telah menganugerahkan kepadaku seorang ayah yang luarbiasa.
D Dan aku kini lebih mencintai Tuhan karena telah menganugerahkan putra sepertimu.
S Alhamduillah!
D Puji Tuhan!
S Kita telah keluar dari tema utama kita, Dad.
D Sebaliknya, kita telah sampai kepada inti permasalahan… Cintaku kepadamu dan cintaku kepada Tuhan menuntunku untuk berbicara kepada ihwal agama, kehidupan, Tuhan, umat manusia, dunia dan hari kiamat….Aku ingin engkau mempunyai pandangan komprehensif dari seluruh pemikiran yang berkenaan dengan agama setelah engkau mencapai usia baligh.
S Tapi Dad, Anda telah berdiskusi denganku hampir seluruh isu-isu agama kita, telah menjelaskan pelbagai problem ideologis, telah menerangkan prinsip-prinsip dan komponen agama dan telah menunjukkan kepada kami jalan petunjuk. Apakah Anda melihat ada kekurangan dalam imanku, atau cela dalam perilakuku?
D Hal ini tidak ada hubunganya dengan kekurangan dalam iman atau cela, nak. Hal ini merupakan sesuatu yang lain, sangat berbeda dan amat berbahaya. Oleh karena itu, aku ingin engkau bersiap-siap dan mengetahui beberapa isu tanpa harus terkejut.
S OK, Pak! Apakah hal penting dan berbahaya sehingga harus kuketahui setelah mencapai usia baligh?
D Aku ingin katakan kepadamu bahwa apa yang engkau telah pelajari dari belajar ihwal agama adalah keliru.
S I Beg Your Pardon?! Dad! Apa yang Anda katakan?!
D Sebagaimana yang telah aku katakan, seluruh yang engkau dengar dariku ihwal agama adalah salah (sama sekali).
S Dad! Apa yang Anda katakan?! Apa yang Anda maksudkan? Aspek agama yang mana yang salah? Aspek ideologi? Akhlak? Tolong Dad, katakanlah yang benar kepadaku.
D Aku maksud dasar-dasar agama, ideologi: iman kepada Tuhan, ma’ad (hari kiamat), Nabi dan para rasul dan apa yang telah engkau pelajari adalah salah dan keliru.
S Astaga. Dad, ada apa denganmu? Maaf Dad karena agak lancang. Bagaimana iman kepada Tuhan, hari kiamat dan para nabi adalah sesuatu yang salah? Aku tidak dapat mempercayai dari apa yang aku dengar.
D Aku akan menjawab pertanyaan ini besok.
S Dad! Tolong berterus teranglah dengan apa yang Anda inginkan, karena Anda telah membuatku was-was. Bagaimana Anda dapat meninggalkan aku dalam keadaan seperti ini? Lalu bagaimana aku menunaikan salat, sementara aku dalam keadaan was-was dan ragu-ragu.
D Siapa yang menyuruhmu salat?
S Bukankah Anda yang menyuruhku untuk salat dan mengerjakannya dengan sabar?
D Kalau begitu salatmu tidak diterima sama sekali.
S Tidak diterima? Apa maksudnya? Kalau begitu, haruskah aku meninggalkan salat?
D It is up to you, apakah engkau ingin mengerjakan salat atau tidak.
S Aneh. Aku bisa jadi gila. Bagaimana bapakku menyuruhku untuk meninggalkan salat? Bagaimana? Bapakku yang mengajarkanku salat, kini menyuruhku untuk meninggalkannya!
D Aku tidak memintamu utuk meninggalkan salat. Aku berkata bahwa engkau bisa meninggalkannya atau melanjutkannya, sebagaimana yang engkau sukai.
S Ajib. Tidakkah Anda berkata bahwa salat merupakan tiang agama dan hal pertama yang akan ditanyakan kepadaku kelak di hari kiamat? Dan Allah berfirman: “Dirikanlah salat secara tetap untuk bersyukur kepadaku.”
D Aku berkata bahwa apa yang telah engkau dengar dariku selama ini sebelum usia balighmu adalah salah.
S Dad, haram hukumnya berkata demikian!
D Apa artinya haram itu??
S Haram artinya bahwa Tuhan tidak mengizinkan hal tersebut.
D Tuhan? Siapa Tuhan itu?
S Ya Allah..ini kegilaan!
D Jangan lekas marah. Aku bertanya kepadamu sebuah pertanyaan; berikan jawaban atau katakan “Aku tidak tahu.”
S Tapi Anda bertanya “Siapa Tuhan itu?”
D Ada yang salah dengan pertanyaan itu?
S Dad, please! What is going on? Apakah engkau benar-benar dirimu, bapakku, apakah Anda tahu apa yang Anda katakan? Saya tidak dapat mempercayai hal ini.
D Iya, Aku bapakmu yang mengatakan hal ini. Jika aku tidak melakukan hal ini, maka aku bukan bapakmu.
S Oh..My God! Apa yang telah terjadi?
D Kita akan lanjutkan diskusi ini besok. Sekarang pergilah tidur. Selamat malam! Next>>>

http://alhassanain.org
patung lembu''
patung anak lembu ,
Dalam Alquran, diceritakan bahwa setelah Nabi Musa AS bersama umatnya (Bani Israil) keluar dari Mesir dengan menyeberangi Laut Merah dari kejaran Firaun, Nabi Musa kemudian pergi ke sebuah bukit untuk bertemu dengan Allah SWT. Umatnya yang ditinggalkan bersama dengan Nabi Harun AS lantas merasa kepergian Musa terlalu lama. Karena itu, mereka kemudian meminta Nabi Harun AS untuk membuat sesuatu sebagai sesembahan mereka. Nabi Harun AS menolak permintaan Bani Israil ini. Namun, Nabi Harun tak kuasa melawan desakan kaumnya yang terus memaksakan diri untuk membuat sebuah patung sebagai sesembahan.
Hingga akhirnya, melalui sebuah pengkhianatan salah seorang pengikutnya, yaitu Samiri, Bani Israil berhasil membuat sebuah patung berupa anak lembu (sapi). Patung anak lembu itu terbuat dari emas. Ketika keluar dari Mesir, banyak kaum Bani Israil yang membawa perhiasan mereka. Perhiasan-perhiasan itu kemudian dibakar hingga meleleh, lalu oleh Samiri dibuat patung anak lembu.
Ketika Musa kembali, dia sangat kaget melihat perilaku umatnya itu. Musa pun marah. Cerita ini selengkapnya dapat dilihat pada surah Thaha ayat 85-98 dan al-A'raf ayat 148-154.
Patung anak lembu
Samiri adalah salah seorang umat Nabi Musa AS yang berasal dari suku Assamirah. Ulah dan perbuatan Samiri inilah yang menyebabkan umat Nabi Musa tersesat dan menyembah berhala (patung anak lembu).
Ketika keluar dari Mesir, umat Nabi Musa membawa banyak perhiasan. Perhiasan yang dibawa itu diperintahkan Samiri untuk dilemparkan ke dalam api yang telah dinyalakan dalam sebuah lubang untuk dijadikan 'tuhan' dalam bentuk anak lembu.
Patung yang dibuat oleh Samiri ini konon bisa melenguh (bersuara) apabila angin masuk ke dalamnya. Menurut pendapat lain, patung anak lembu ini bisa bersuara karena genggaman tanah yang diambil Samiri dari jejak utusan (Jibril) sehingga membuatnya bisa melenguh.
Kendati perbuatan mereka ini sudah ditentang oleh Nabi Harun, Bani Israil tak memedulikannya. Mereka tetap ngotot dan memaksakan diri untuk membuat patung tersebut.
Sementara itu, Dr Umar Sulaiman Abdullah Al-Asyqar, dalam Shahih Qashashin Nabawi atau Ensklopedia Kisah Shahih Sepanjang Masa (terjemahan Izzudin Karimi, Lc, Pustaka Yassir, 2008: hlm 134-137), mengutip sebuah hadis Nabi SAW yang diriwayatkan oleh Hakim dalam Mustadrak dari Ali.
''Ketika Musa bersegera kepada Tuhannya, Samiri mengumpulkan perhiasan semampunya: perhiasan Bani Israil. Dia mencetaknya menjadi anak sapi, kemudian dia memasukkan segenggam (dari jejak rasul) ke dalam perutnya. Ternyata, ia menjadi anak sapi yang bersuara. Maka, Samiri berkata kepada mereka, "Ini adalah Tuhan kalian dan Tuhan Musa.'' Harun berkata kepada mereka, ''Wahai kaum, bukankah Tuhan kalian telah memberi janji baik kepada kalian?'' Ketika Musa kembali kepada Bani Israil yang telah disesatkan oleh Samiri, Musa memegang kepala saudaranya. Maka, Harun berkata apa yang dikatakan Musa kepada Samiri, ''Apa yang membuatmu melakukan ini?'' Samiri menjawab, ''Aku mengambil segenggam dari jejak rasul, lalu aku melemparkannya. Demikianlah nafsuku membujukku.''
Lalu, Musa mendatangi anak sapi itu. Dia meletakkan serutan dan menyerutnya di tepi sungai. Maka, tidak seorang pun yang menyembah anak sapi meminum dari air itu, kecuali wajahnya akan menguning seperti emas. Mereka berkata kepada Musa, ''Bagaimana taubat kami?'' Musa menjawab, ''Sebagian dari kalian membunuh sebagian yang lain.'' Lalu, mereka mengambil pisau. Maka, mulailah seorang membunuh bapaknya dan saudaranya tanpa peduli hingga yang terbunuh berjumlah tujuh puluh ribu. Lalu, Allah memberi wahyu kepada Musa, ''Perintahkan mereka agar berhenti. Aku telah mengampuni yang terbunuh dan memaafkan yang hidup.''
Hingga saat ini, belum diketahui secara pasti di mana keberadaan patung anak lembu yang dibuat oleh Samiri tersebut. Namun, di sebuah bukit di Sinai (Mesir), terdapat sebuah patung berupa anak lembu yang dipahat. Patung anak lembu pahatan ini lokasinya berdekatan dengan bukit Musa.
http://www.republika.co.id/
Sya’ban adalah Bulan Ahlul Bayt as

Sya’ban adalah Bulan Ahlul Bayt as
Bulan-bulan agung di dalam Islam bukan karena bulan itu secara esensial agung, melainkan agung dikarenakan didalamnya terdapat kejadian istimewa dalam pandangan sang maha Agung.
Salah satunya bulan Syaban menjadi agung dikarenakan para kekasih Allah swt dan penghidup agama Islam Muhammadi Ashil lahir dibulan ini. 1 Syaban menurut Ma’ali Shibtain adalah kelahiran Sayidah Zainab as. Ketika Sayidah Zainab as lahir, Rasululllah saww sedang bepergian ke sebuah tempat dan Amirul mukminin menunggu beliau tiba dikota Madinah untuk memberikan nama putri kecilnya itu.
Kemudian datanglah Nabi dan langsung menuju rumah Ali as dan mengatakan bahwa Jibril telah turun memberikan wahyu bahwa namakanlah putri ini dengan Zainab, karena Allah swt telah menamainya Zainab dilangit sebelum dibumi. Arti Zainab adalah penghias ayahnya. Ya, tanpa Sayidah Zainab dan perannya di Karbala maka Islam Muhammadi dan Alawi binasa ditelan oleh Islam Umawi dan Abbasi.
Rasulullah saww menggendong dan mencium Zainab kecil as dan berkata kepada para sahabatnya,
“ Aku berwasiat kepada kalian, baik yang hadir, maupun yang ghaib, untuk menghormati putriku ini karena memiliki kesamaan dengan Khadijah Al-Kubra as.”
Pada tanggal 3 Syaban adalah kelahiran penghidup agama Muhammad Al-Ashil, Imam Husein as. Kelahiran yang membawa kegembiraan bunda Zahra as sekaligus kesedihan beliau. Bahagia dan duka menjadi satu ketika sang pemimpin pemuda syurga itu lahir di dunia fana ini.
Bayi kecil yang sering ditimang Jibril itu kelak akan menjadi korban kebengisan umat Islam yang “mengaku paling Islam” namun mendapatkan laknat Allah swt sepanjang zaman. Imam Husein as dan Sayidah Zainab yang lahir di awal bulan Syaban seakan ingin menegaskan sebagai pembuka jalan keadilan dan anti kezaliman untuk Shahibul Ashri wa Zaman as.
Pada tanggal 4 Syaban sang panglima Karbala, Abul Fadhl Abbas dilahirkan didunia ini sebagai tonggak dan pembawa bendera sekaligus wazir dari Imam Husein as dan Sayidah Zainab dalam membuka pintu keadilan untuk umat Muhammad hingga hari dijanjikan Allah swt, hari dimana bumi akan dipenuhi dengan keadilan.
Pada tanggal 5 Syaban adalah kelahiran pembawa pesan Karbala dan pelanjut risalah Karbala, Imam Zainal Abidin Al-Sajjad. Karbala tanpa Imam Sajjad as, maka akan musnah karena dengannya, Imam Mahdi as lahir kedunia ini untuk memenuhi bumi dengan keadilan dalam naungan hukum Ilahi Muhammadi ashil.
Pada tanggal 15 Syaban adalah kelahiran penutup teriakan keadilan Karbala dan akan memenuhi bumi ini dengan keadilan ilahi, Shahibul Ashri wa Zaman, Imam Mahdi as arwahuna lahul fida.
Syaban adalah garis start pembawa panji keadilan sekaligus garis finish pengeksekusi keadilan. Diawali dengan kelahiran pemuka Karbala dan diakhiri dengan penuntut balas darah Karbala (Ya Lastaratil Husein)
Syaban menjadi agung karena tujuan penciptaan yaitu menyadarkan manusia untuk berbuat adil dan menegakan keadilan ada dibulan Syaban dalam diri Sayidah Zainab as, Imam Husein as, Abul Fadhl Abbas dan Imam Zaman as.
As’adallah ayamana wa ayamakum biwiladati hami adli ilahi fi syahri Syaban al muadham.
Kullu am wa antum fi shaffi Zainab as
Kullu am wa antum fi shaffil Husein as
Kullu am wa antum fi shaffil Abbas as
Kullu am wa antum fi shaffil Mahdi as
Nas’alukum Addua….Ilahi Amien…
 http://alhassanain.org
muslim pertama asal Cina mengunjungi Makkah
muslim pertama asal Cina mengunjungi Makkah
Menurut catatan kuno Cina, muslim pertama asal Cina mengunjungi Makkah dan Madinah sekitar tahun 1360-1424 Masehi. Kala itu mereka pergi ke Makkah dari Cina menggunakan jalur laut.

Haji Mahmud Shams (Jing He) yang hidup tahun 1317-1433 pergi ke Makkah atas perintah Kaisar Ming dan Qing yang memerintah Cina sejak 1360-1424 Masehi. Haji Shams memimpin angkatan laut untuk mengunjungi negara-negara yang berbatasan dengan Samudra Atlantik dan India. Tujuannya untuk meningkatkan hubungan Cina dengan dunia luar. Terutama dalam dunia perdagangan.

Ekspedisi yang dipimpin Haji Shams berlangsung selama 28 tahun. Setelah pelayarannya melalui perjalanan panjang, Haji Shams sampai ke pelabuhan Jeddah. Kemudian dia pergi ke Makkah untuk meminum air Zamzam.
Selanjutnya, dia dan rombongannya pergi ke Madinah untuk mengunjungi makam Nabi Muhammad SAW. Sejarah perjalanan Haji Shams tercatat oleh Sejarawan Cina dan Peneliti hubungan Cina-Arab, Song Sean yang lahir pada 1946.

Mengenai hubungan Arab dan Cina, menurut Sean, Islam mencapai daratan Cina sejak 618-907 Masehi. Buku-buku sejarah Cina pun mencatat, ada sebanyak 37 utusan yang dikirim Khalifah Sulaiman bin Abdul Malik.
Utusan tersebut mengunjungi Kota Chang'an pada 716 Masehi. Kemudian, utusan Khalifah Abbasiyah Harun Al Rasyid juga bertemu Kaisar Tang Jin Yuan pada 786 AD dan 809 AD.

Selain itu, bahasa Arab juga pernah digunakan sebagai bahasa Internasional dalam dunia perdagangan. Sebagi contohnya, wilayah Xinjiang di Cina menggunakan huruf Arab dan simbol Cina untuk koin perak pada awal abad ke-20.

Catatan-catatan kuno juga banyak menceritakan mengenai pertukaran budaya antara Arab dan Cina pada awal abad ke-7 sampai awal abad ke-19. Arab juga cukup berperan dalam mempengaruhi Cina di bidang kedokteran dan seni.http://khazanah.republika.co.id Dilansir dari Arabnews, Kamis (6/10).
''Tiga Fakta tentang Sya'ban yang Perlu Anda Ketahui ''

Alhamdulillah, kita sekarang berada di bulan Sya’ban 1438 H. Dalam hitungan kurang lebih tiga pekan ke depan, umat Islam akan menyambut bulan suci, Ramadhan. 
Nah, bulan Sya’ban ini menjadi titik tolak yang cukup penting dalam memaksimalkan ibadah sepanjang Ramadhan.
Ada banyak hal yang barangkali belum banyak kita ketahui seputar Sya’ban. vivatranew.co.id mencoba merangkum beberapa hal yang perlu kita ketahui seputar bulan ini. Berikut ini penjabarannya. Semoga bermanfaat dan menambah pengetahuan Anda.

Kakek Moyang Rasulullah Berjasa Menamakan Bulan ini

Pertama kali yang menamakan bulan ini dengan sebutan Sya’ban adalah Qushayyi bin Kilab, kakek moyang Rasulullah SAW kelima. Penyebutan tersebut diperkirakan berlangsung pada 412 Masehi.
Ada banyak versi mengapa bulan ini dimanakan Sya’ban. Menurut Ahmad bin Yahya Tsa’lab, Sya’ban dalam bahasa Arab bermakna cabang.
Disebut demikian, karena bulan ini seakan-akan muncul layaknya cabang di antara dua bulan yang agung, yaitu Rajab dan Ramadhan.
Menurut Ibnu Hajar, penamaan bulan ini juga tak terlepas dari tradisi bangsa Arab pada masa jahiliyah. Konon, selama bulan ini, mereka saling berpencar, dan mencari kongsi untuk saling berperang setelah mereka rehat sejenak sepanjang Rajab.

Bulan yang Keutamaannya Kerap Dilupakan

Keutamaan bulan ini juga tak bisa dipandang sebelah mata. Namun sayangnya, justru tak sedikit orang yang melupakan keistimewaan bulan ini dan menyia-nyiakan begitu saja. Rasulullah pernah menyatakan demikian, bahwa Sya’ban termasuk bulan yang keistimewaannya kerap dilalaikan.
Untuk itulah, Aisyah RA seperti riwayat Bukhari dan Muslim, menjelaskan aktivitas Baginda Rasul pada Sya’ban. Di luar Ramadhan, Rasul sering berpuasa pada bulan ini bahkan hingga menyambung berpuasa Ramadhan. Riwayat lain bahkan menyebut, selain Ramadhan, bulan yang paling disukai Rasul untuk berpuasa.
Rasulullah mengungkapkan mengapa beliau meningkatkan intensitas dan frekuensi puasa sunah pada Sya’ban, yaitu lantaran pada bulan ini catataan amal kita diangkat ke langit. “Aku ingin amalanku (Rasulullah) diangkat ke langit dalam kondisi berpuasa,” sabda Rasulullah.
Atas peringatan tersebutlah maka, para generasi salaf berlomba-lomba memaksimakan ibadah pada bulan ini. Seorang tabiin, yakni Salmah bin Suhail al-Hadhrami al-Kufi mengatakan, para tabiin pada jika sudah memasuki Rajab, mereka bergegas dan berlomba-lomba membaca Alquran.
Bahkan bulan ini akrab dengan sebutan Bulan Pembaca Alquran (Syahr al-Qurra’)”. Amar bin Qais, dikisahkan sering menutup tokonya sepanjang Sya’ban khusus untuk beribadah dan membaca Alquran.

Meninggalnya Ulama Besar dan Berlangsungnya Peristiwa Agung

Pada bulan ini, sejarah mencatat meninggalnya para ulama besar. Di antaranya adalah pakar tafsir, Ibnu Katsir, yang meninggal pada 26 Sya’ban 774 Hijriyah.
Demikian pula pendiri mazhab Zhahiri, yaitu Ibnu Hazm azh-Zhahiri yang wafat 28 Sya’ban 456 Hijriyah.
Bulan Sya’ban juga menjadi momentum berlangsungnya peristiwa agung, di antaranya adalah pengalihan kiblat umat Islam yang semula berada di Masjid al-Aqsha, Palestina beralih ke Masjid al-Haram, Makkah. Pada bulan ini pula, perintah wajib berpuasa Ramadhan mulai diberlakukan pada tahun kedua Hijriyah.
 http://khazanah.republika.co.id/

Menjelajah semesta alam" Bag 2

Goncangan dan Pengaduan
Sang bapak meninggalkan putranya dalam keadaan goncang dan beranjak ke kamar tidur dimana sang ibu sedang menanti dalam keadaan risau ihwal hasil pertemuan tersebut. Ia bertanya kepada istrinya dengan senyum tersimpul di wajahnya. Nampaknya kau telah mendengarkan pembicaraan kami, iyakan? Si ibu menjawab: “Iya, namun dapatkah ia menghandel kegoncangan ini?” “Aku pikir demikian,” jawabnya, “sebagaimana apa yang telah dilakukan oleh saudaranya sebelumnya,” ia melanjutkan. Si ibu mendesah sembari berdoa: “Tuhanku, bimbinglah, tuntunlah ia untuk mentaatiMu dan jadikan ia berkhidmat kepadaMu.” Lalu ia berkata kepada suaminya, “Aku ingat saudaranya ketika ia mencapai usia baligh. Aku sangat risau hari itu ketika engkau berkata bahwa engkau sedang bermain api yang boleh jadi berujung pada tersesatnya anakmu. Namun engkau memberikan jaminan kepadaku dan menjelaskan keharusan proses tersebut. Dan kini kita dapat melihat output dan hasilnya. Ia adalah salah seorang figur terkemuka di Eropa yang mengajak dan membimbing manusia kepada Tuhan. Kejahilan tidak pernah mendekati atau menodai putra kita dan tidak dapat menyesatkannya dari jalan yang benar. Si bapak tercenung sejenak dan kemudian berkata: Jika kita tinggalkan ia dengan gaya tradisional beribadah, salat yang tak berkualitas dan ideologi warisan dari rumah dan komunitas, ia boleh jadi tersesat ketika menghadapi beragam ideologi, trend sosial atau tradisi ketika ia tinggal jauh dari kita. “Anakku sayang! Bagaimana engkau akan melalui malammu?” keluh sang ibu dan melirik ke arah kamar putranya. Si bapak memandang penuh arti dan berkata, “Bagaimana Ibrahim melalui malamnya tatkala ia dengan penuh pemikiran mendongak ke atas langit dan menatap ke bumi hingga ia beriman. Hal ini hanyalah ketetapan hati ketika ia mengalihkan pandangannya kepada Pencipta tujuh petala langit dan bumi sebagai seoarang Muslim dan muwahhid (insan yang bertauhid). Setelah sang bapak menutup pintu kamar putranya, sang belia berdiri tegap dalam keadaan goncang, dan tiba-tiba ia merasa pusing lalu melemparkan dirinya ke atas pembaringan. Kondisi kalut dan pikiran terbentur, secara dawam terlintas dalam benaknya, namun ia tidak dapat mengerti apa yang sedang terjadi dan bagaimana menghadapinya. Ia merasa seakan-akan kepalanya ingin meledak, namun ia ingat apa yang senantiasa ibunya lakukan tatkala kesusahan; sang ibu duduk di atas sajadah menghadap kiblat, mengangkat kedua tangannya dan berbisik lirih, “Tuhanku, Aku tidak memiliki siapa pun selainMu tempat mengadu dan meminta pertolongan dan tuntunan, tempatkanlah aku pada jalan yang benar. Terburu-buru, ia berdiri dan pergi ke sink untuk mengambil wudhu dan bersiap-siap untuk mendirikan salat. Dalam kondisi pikiran kalut, takut dan risau, ia berdoa sembari mengingat ucapan bapaknya: “Apa yang engkau pelajari tentang agama sebelum masa pubertasmu adalah keliru.” Ia berpikir dalam salatnya dan hampir saja menyelesaikan salatnya, namun ia tetap melanjutkan usahanya fokus pada apa yang telah dikatakan bapaknya kepadanya. Bapaknya mengajarkan kepadanya untuk berkonsentrasi dalam salatnya dan menaruh perhatian pada makna dari ayat-ayat yang dilantunkan. Ucapan bapaknya memotong pikirannya:“Siapa Tuhan itu?” Ia goncang, namun mencoba untuk mengendalikan dirinya hingga ia sampai pada qunut. Kemudian ia mengangkat kedua tangannya dan menyampaikan kata-kata berikut ini dengan kuat dan penuh makna: “ “Tuhan..pemimpin orang yang kebingunan, penuntun yang tersesat, Mahakasih,Engkau lebih dekat kepadaku daripada urat nadiku sendiri; selamatkanlah aku dari kebingungan dan tuntunlah aku ke jalan yang benar.” Sejenak ia berhenti. Pikirannya beradu dan hatinya berdegup kencang. Setelah beberapa saat, ia merasa lebih baik ketika mengingat ayat yang senantiasa ia baca di masjid dan tiba-tiba merasa konfiden:Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, Maka (jawablah), bahwasanya aku adalah dekat. aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, Maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.” (Qs. al-Baqarah [2]:186)
 http://alhassanain.org

Cari Blog Ini